Tampilkan postingan dengan label mandiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mandiri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Banyak orang menginginkan keberhasilan yang telah dicapai oleh orang lain,

tapi tidak bersedia meniru rajinnya,

atau mempelajari poses berpikir

dan mengelola keraguan dan ketakutannya,

atau meneladani keikhlasannya untuk memulai dari apa pun yang ada,

atau meneladani kepatuhannya kepada Tuhan.

Kita hanya mau enaknya.

Sesungguhnya, kita telah berlaku tidak adil.(MT)

Selasa, 20 April 2010

JANGAN KATAKAN TIDAK MUNGKIN BAGI YANG INGIN ANDA CAPAI

Mario Teguh Golden Point - JANGAN KATAKAN TIDAK MUNGKIN BAGI YANG INGIN ANDA CAPAI.





Sahabat Indonesia yang super, yang sedang menjadikan dirinya pemungkin bagi keberhasilan-keberhasilannya sendiri.

Hari Selasa ini adalah hari yang sama baiknya dengan semua hari dalam minggu ini, yang masing-masingnya berisi penuh dengan janji-janji baik bagi yang ikhlas menjadikan dirinya keuntungan bagi orang lain.

Jika Tuhan berkenan untuk menyejahterakan dan membahagiakan seseorang, tidak ada apa dan siapa pun yang mampu mencegah-Nya.

Maka marilah kita menjadi pribadi yang lebih patuh, agar Tuhan selalu berkenan untuk menjawab harapan-harapan hati kita.

Mudah-mudahan Anda berada dalam lindungan kasih sayang Tuhan, yang menjadikan Anda pribadi yang belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh di hari yang penuh kemungkinan ini.

Hasil Anda hari ini, adalah penambah kemampuan Anda untuk menghasilkan lebih baik esok hari.

Janganlah meniru mereka yang menghabiskan hasil hari ini dalam kesenangan-kesenangan yang tidak memperkuat diri mereka, dan yang bahkan menjadikan mereka terjebak dalam hutang-hutang yang memenjarakan kebebasan hati.

Semua yang Anda kerjakan dan yang Anda hasilkan, harus menjadi kemampuan Anda berikutnya, untuk menghasilkan lebih baik dan lebih banyak.

Pertumbuhan kemampuan Anda tidak boleh berupa kenaikan pendapatan yang hanya bisa DITUNGGU.

Karena,

Pertumbuhan hasil Anda harus ditentukan oleh jumlah WAKTU dan TENAGA yang Anda keluarkan, dan akan lebih baik lagi – jika ditentukan oleh seberapa BAIK-nya Anda bekerja.

………..

Sahabat saya yang pikirannya jernih,

yang sedang membangun ketegasan tak tertawarkan, untuk memihakkan dirinya kepada yang memperkuat kehidupannya,

Yang kita yakini menentukan apa yang kita kerjakan, dan menentukan kesungguhan kita dalam melakukannya.

Maka, meragukan kemungkinan diri untuk berhasil, adalah perilaku yang melemahkan kesungguhan kerja, dan dengannya mengkerdilkan kemungkinan untuk berhasil.

Anda hanya sebesar yang mungkin bagi Anda.

Maka,

Jangan katakan tidak mungkin bagi yang ingin Anda capai.

Karena,

Pembatasan pertama bagi yang mungkin Anda capai - dimulai dari pendapat Anda sendiri mengenai yang mungkin atau yang tidak bagi Anda.

Segera setelah Anda memutuskan sesuatu itu tidak mungkin Anda capai, Anda akan menggunakan semua kemampuan pikiran dan perasaan Anda untuk membuktikan bahwa itu tidak mungkin.

Dan hebatnya, setelah itu Anda akan memulai proses mengeluh dan mengasihani diri sendiri, yang merasa tidak diperlakukan adil oleh kehidupan ini.

Maka, janganlah Anda menggunakan pikiran dan perasaan Anda sebagai pembatal kemungkinan bagi yang ingin Anda capai.

Apa pun yang Anda inginkan, mungkinkan!

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Kita tidak mungkin mempercayai hak kita untuk mencapai hal-hal yang lebih baik dan lebih besar, jika kemampuan kita tidak tumbuh.

Hanya yang menumbuhkan kemampuan, yang mudah merasa percaya diri.

Maka, siapa pun yang meragukan kemungkinan masa depannya, harus mulai berlaku tegas membangun kemampuan untuk bekerja dengan kesungguhan yang baik.

Dan,

Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan yang membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain.

Janganlah jengah dengan konsep menjadikan diri kita pelayan bagi kebahagiaan orang lain, karena – Tuhan sangat setia melayani bagi kebahagiaan kita, tetapi Tuhan sama sekali bukan pelayan.

Jika yang Anda inginkan akan menjadikan Anda pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, semua kekuatan di alam ini akan ditugaskan untuk menjamin keberhasilan Anda.

Karena,

Tuhan sangat berkepentingan dengan keberhasilan jiwa yang rindu menjadikan dirinya bermanfaat bagi sesama.

Maka,

Jangan katakan tidak mungkin bagi yang ingin Anda capai.

Apa pun yang Anda inginkan, mungkinkan!

Senin, 19 April 2010

MT Golden Point - MARIO KECIL – THE WAY OF THE WARRIOR

Adik-adik dan anak-anak saya yang sangat besar potensi masa depannya,

Sahabat Indonesia yang super,
yang sedang menjadikan dirinya sebernilai yang dirasakannya,

Mudah-mudahan sapa saya di hari Sabtu yang damai ini menemui Anda dalam kejernihan pikiran dan kebeningan hati, dalam suasana akhir pekan yang indah bersama keluarga dan kerabat terkasih.

Seseorang tidak mungkin menjadikan dirinya tampil LEBIH baik daripada penghargaannya terhadap dirinya sendiri.

Maka, batas penghormatan kepada diri sendiri, adalah batas keindahan penampilan seseorang.

Sehingga,

Anda yang menghormati diri sendiri, akan berhati-hati dalam memilihkan sikap dan perilaku pribadi – yang menjadi penentu penghormatan orang lain kepada Anda.

Dengan kalimat-kalimat pembuka di atas, ijinkan saya untuk meneruskan Golden Point dalam Seri Mario Kecil ini – bagi penikmatan di ruang keluarga MTSC yang mudah-mudahan diijinkan Tuhan untuk mencapai 1,000,000 Super Fans hari ini.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

………..

Mario Teguh Golden Point
MARIO KECIL
THE WAY OF THE WARRIOR

………..

Sebagai anak kecil yang hidupnya pindah dari satu asrama tentara ke asrama yang lain, saya sering disedihkan karena harus berpisah dari teman-teman kecil sepermainan di satu kota, untuk memulai pertemanan di lingkungan asrama yang baru, dengan kesadaran bahwa kami akan juga berpisah – dalam satu atau dua tahun.

Mungkin itu yang mendidik saya untuk sangat sepenuhnya menenggelamkan diri dalam keindahan pertemanan – saat saya berada dalam suatu lingkungan.

Dan yang saya amati,

Anak-anak dari para perwira tinggi, tampil dengan suatu perbedaan yang sulit saya definisikan – jika dibandingkan dengan anak-anak para prajurit dan bintara.

Dan bertahun-tahun saya mengamati perilaku anak-anak yang ‘lebih berkelas’ itu, dan … inilah pelajaran yang saya dapatkan, yang kemudian menjadi salah satu disiplin saya dalam membangun Brand Pribadi MT yang sekarang menjadi nama saya, Mario Teguh.

Pengharusan.

Bencilah untuk diharuskan berlaku teratur, tetapi jangan tolak nilai yang tinggi dari kekuatan dalam keteraturan.

Siapa pun yang menginginkan kekuatan, harus membangun keteraturan.

Kemudian ternyata, bahwa …

LARANGAN ADALAH YANG MENJADIKAN.

Yang dilarang berlaku murahan, dan kemudian menurut – akan menjadi pribadi yang mahal.

Yang dilarang berlaku rendahkan, dan kemudian patuh – akan menjadi pribadi yang berderajat tinggi.

Dan yang dilarang berlaku yang menyedihkan Tuhan, dan kemudian taat – akan dimuliakan dalam kehidupan yang sejahtera dan berbahagia.

Flash back …

Sebagai anak kecil, saya tumbuh tidak menyukai larangan-larangan dari Bapak dan Ibu, terutama yang dari Bapak. Karena, Ibu saya - Sitti Marwiyah adalah pribadi mungil dan cantik yang sangat penyayang, dan mengijinkan hampir apa pun yang saya minta darinya.

Pak Gozali Teguh yang hari ini sedang dijamu Tuhan di Taman Makam Pahlawan di Malang, waktu itu adalah seorang bintara lulusan dari banyak medan tempur sejak pemerdekaan bangsa.

Dia sangat keras kepala, pemberani, pekerja keras, dan sangat jujur. Dia mengurangi kenyamanan pribadi bagi diri dan istrinya, agar anak-anak mereka makan makanan bergizi, belajar dan beristirahat dengan teratur, dan hidup dengan bersih dan sehat.

Banyak sekali keharusan dan larangan yang ditetapkan oleh Bapak kepada saya dan adik-adik saya. Saya dilarang keras berbicara kasar dan kotor, dilarang memaki, dan dilarang mencaci orang lain – betapa pun marahnya saya.

Karena, jika saya mencaci – sebetulnya saya memberikan hak kepada orang lain untuk mencaci saya.

Salah atau benar, tidak baik bagi kita untuk saling mencaci.

The Way Of The Warrior

Saya dilarang bertengkar, dilarang berkelahi;
tetapi jika untuk membela harga diri dan memang harus berkelahi – saya diharuskan untuk menang.

Tetapi, jika terpaksa kalah, saya diharuskan untuk membekaskan hukuman yang keras kepada yang mengalahkan saya – agar dia tidak berani merendahkan saya lagi.

Dengan semua ketidak-setujuan dan penolakan terhadap keharusan-keharusan dari orang tua itu, saya tumbuh sebagai anak manis yang penurut dan menghormati guru, tetapi yang tekun juga belajar bela diri dan keterampilan menggunakan senjata.

Pak Teguh pernah berkata kepada anaknya itu,

“Kamu mungkin suatu ketika akan menjadi pujangga, tetapi orang lain juga harus menghormati mu karena kemampuan mu untuk bertempur.”

Sehingga, bahkan mereka yang yakin bisa mengalahkanmu, tidak akan mencoba – karena mereka juga yakin bahwa kamu akan menjadikan mereka pemenang yang terluka hebat.

Fast Forward …

Si Mario Kecil kemudian tumbuh menjadi perwira muda dalam industri perbankan;
sebagai pemuda yang berpendidikan baik, berpikir strategis, meramahkan dan menyantunkan diri dalam pergaulan dengan orang lain, berpendapat dengan pasti, tidak takut membuat kesalahan, mengambil tanggung-jawab atas kesalahan – bahkan yang bukan salahnya, dan tidak pernah ingin berlama-lama dalam sebuah pangkat atau jabatan.

Helping Others To Win.

Konflik dalam pekerjaan?

Ya, akan selalu ada perselisihan pendapat dan perbedaan kepentingan dalam pekerjaan dan karir kita. Tetapi, jika kita berhubungan dengan orang lain dengan niat untuk menjadikan pekerjaan kita sebagai keuntungan bagi orang lain, akan lebih mudah bagi mereka untuk ‘mengijinkan’ kita berhasil – agar mereka juga diuntungkan.

Tetapi, akan selalu ada orang yang memang tujuannya adalah merendahkan orang lain, karena bagi sebagian orang yang tidak baik hatinya, ...

Satu-satunya cara untuk merasa besar, adalah membuat orang lain merasa kecil.

Tetapi, Mario Muda adalah juga pecinta Michael Jackson, dan sedikit ada miripnya dengan Mbah Surip, …
dan inilah sikap yang tersirat dalam suara dan tegak badannya, bahwa ...

I am a lover, not a fighter.
But if you have to fight me, be ready to get really hurt.
So, … love me instead.
And I will love you full.

Aku seorang yang pengasih, bukan petarung.
Tetapi jika engkau harus bertarung denganku, bersiaplah untuk betul-betul terluka.
Jadi, … pilihlah untuk menyayangiku.
Dan aku akan mengasihimu sepenuhnya.

Peperangan yang terbaik, adalah peperangan yang tidak pernah terjadi, tetapi yang kemudian meningkatkan penghormatan kepada satu sama lain.

Mario Muda tidak merasa terancam jika orang lain diuntungkannya, dan dia juga tidak merasa keberatan jika orang lain ‘memanfaatkannya.’ Dia justru menampilkan kualitas-kualitas yang bisa menguntungkan orang lain, agar orang lain-lah yang memikirkan cara-cara untuk menggunakan dirinya – bagi keuntungan mereka.

Mario Muda yakin sekali, bahwa …

Orang lain tidak mungkin mengambil keuntungan dari kita, tanpa kita juga diuntungkan.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, lalu mengapakan kita tersinggung jika kita dimanfaatkan?

Tujuan dari semua penghebatan diri adalah agar kita bermanfaat bagi orang lain.

Dan kemudian mudah untuk kita simpulkan, bahwa dia yang semakin bermanfaat bagi sesama, akan menjadi semakin dibaikkan kehidupannya.

Entah siapa yang meneguhkan sikap itu di hati Mario Muda saat itu, tetapi dia sudah meyakini bahwa …

Tidak ada kehidupan yang lebih indah untuk dihidupi, daripada kehidupan untuk kebahagiaan sesama.

………..


Sahabat-sahabat saya yang muda dan yang belia,

Sebetulnya, kita semua sedang menunggu ditemukan.

Pak Mario berdoa agar kalian tumbuh menjadi pribadi-pribadi hebat yang ditemukan oleh orang-orang besar yang akan meminta kalian memangku peran yang besar bagi kebaikan sesama.

Kalianlah pemilik yang sesungguhnya dari masa depan bangsa. Tumbuhlah dan jadilah pribadi-pribadi yang mengisi kehidupan ini dengan kebaikan.

Sayangi dan hormatilah Ibu dan Ayah kalian. Mereka banyak melarang kalian, karena larangan-larangan itulah yang menjadikan kalian.

Jika kalian tidak menyukai larangan dari orang tua dan guru, itu wajar – karena kalian belum mengerti guna dari larangan itu bagi kalian, dan mungkin orang tua dan guru kalian belum menemukan cara melarang yang lebih ramah.

Tetapi, janganlah kalian nanti menjadi orang dewasa yang seperti teman-teman Pak Mario yang dulu juga menolak nasehat baik, yang sekarang telah menjadi kakek dan nenek yang berharap dapat menjadi muda lagi dan mengikhlaskan diri kepada larangan yang membaikkan.

Semua orang yang menolak kebaikan saat muda, akan menjadi orang tua yang banyak ‘seandainya.’

Seandainya dulu aku lebih menyayangi orang-tua-ku, ... seandainya dulu aku menghormati guruku, ... dan seandainya aku dulu lebih patuh kepada Tuhan. Duh … seandainya …

………..

Sahabat saya yang lebih tegas dan tegar sikapnya dalam menatapkan wajah ke masa depan,

Mudah-mudahan Tuhan memperjelas pengertian Anda bagi tugas-tugas besar yang telah dirancang-Nya untuk Anda, dan mentenagai Anda dengan ‘super power’ yang Anda butuhkan untuk berperan dengan efektif bagi kebaikan hidup sesama.

Sesungguhnya, semua bibit dari super power Anda berada dalam pilihan pikiran, perasaan, dan tindakan keseharian Anda, yang akan tumbuh bersama kesungguhan Anda untuk berkembang menjadi pribadi yang mampu diberikan beban yang lebih besar.

Be good and stay super!

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya? Dan kita akan banyak bercerita tentang hal-hal yang menarik dan lucu mengenai perjalanan naik menuju karir kebintangan yang kita rindukan.

Saya mohon Anda menyampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda tercinta.

Loving you all as always,

Sabtu, 17 April 2010

anak hebat

Kemandirian bukanlah keterampilan yg muncul tiba-tiba tetapi perlu diajarkan pd anak. Tanpa diajarkan, anak-anak tidak tahu bagaimana harus membantu dirinya sendiri. Kemampuan bantu diri inilah yg dimaksud dgn mandiri. Kemandirian fisik adalah kemampuan utk mengurus dirinya sendiri. Sedang kemandirian psikologis adalah kemampuan utk membuat keputusan dan memecahkan masalah sendiri.

Ketidakmandirian fisik bisa berakibat pada ketidakmandirian psikologis. Anak yg selalu dibantu akan selalu tergantung pd orang lain krn merasa tdk memiliki kemampuan utk mengurus dirinya sendiri. Akibatnya, ketika ia menghadapi masalah, ia akan mengharapkan bantuan orang lain utk mengambil keputusan bagi dirinya dan memecahkan masalahnya.

Menurut Dra. Mayke Sugianto Tedjasaputra, M.Si., dosen Psikologi Perkembangan Universitas Indonesia Jakarta, ada beberapa faktor yg mempengaruhi kemandirian anak :

1. FAKTOR BAWAAN. Ada anak yang berpembawaan mandiri, ada yang memang suka dan menikmati jika dibantu orang lain

2. POLA ASUH. Bisa saja anak berpembawaan mandiri menjadi tidak mandiri krn sikap orang tua yg selalu membantu dan melayani.

3. KONDISI FISIK ANAK. Anak yg kurang cerdas atau memiliki penyakit bawaan, bisa saja diperlakukan lebih “istimewa” ketimbang saudara-saudaranya sehingga malah menjadikan anak tidak mandiri.

4. URUTAN KELAHIRAN. Anak sulung cenderung lebih diperhatikan, dilindungi, dibantu, apalagi orang tua belum cukup berpengalaman. Anak bungsu cenderung dimanja, apalagi bila selisih usianya cukup jauh dari kakaknya.

Untuk mengajarkan anak menjadi mandiri, sangat penting bagi orang tua untuk tidak memberikan bantuan dan perlindungan yang berlebihan kepada anak. Menurut Dra. Tjut Rifameutia Ali-Napis, M.A, dosen Psikologi Pendidikan dari Universitas Indonesia, bantuan berlebihan bisa mensugesti anak bahwa ia tidak mampu melakukan sesuatu sendiri.

Ada dua alasan yang menyebabkan orang tua cenderung memberikan bantuan dan perlindungan berlebihan. Yang pertama karena khawatir. Padahal, orang tua yang terlalu khawatir akan membatasi anak untuk mencoba kemampuannya.

Bila perlindungan berlebihan berlanjut terus sejalan dengan bertambahnya usia anak, maka anak akan selalu mengharapkan bantuan orang lain setiap kali ia menghadapi masalah.

Alasan kedua, karena orang tua tidak sabar. Ketimbang menunggu anak berusaha memakai sepatunya sendiri, orang tua cenderung lekas membantu agar cepat selesai. Akibatnya, anak tidak memperoleh kesempatan untuk mencoba.

Belajar mandiri memerlukan bantuan dan bimbingan orang tua. Hasilnya akan nampak bila orang tua rajin dan konsisten memberikan stimulus. Kemandirian hanya bisa dicapai melalui suatu tahapan yang sesuai dengan perkembangan usia anak. Misalnya, anak usia 6 tahun tidak bisa begitu saja dapat makan sendiri bila tidak pernah diberi kesempatan memegang sendok sejak usia 18 bulan.

Oleh karena itu, latihan kemandirian mesti dimulai sejak dini sesuai dengan usianya. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan sekolah untuk menempa anak menjadi mandiri, karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang di sekolah.

Untuk dapat mengukur kemandirian anak, maka diperlukan pengetahuan mengenai kemampuan apa saja yang bisa diajarkan padanya. Bila kemampuan-kemampuan itu belum dikuasai pada usia yang seharusnya, maka si anak bisa dikategorikan tidak mandiri. Anak usia SD masih disuapi dan dimandikan, misalnya, bisa disebut sebagai anak yang tidak mandiri.