Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Banyak orang menginginkan keberhasilan yang telah dicapai oleh orang lain,

tapi tidak bersedia meniru rajinnya,

atau mempelajari poses berpikir

dan mengelola keraguan dan ketakutannya,

atau meneladani keikhlasannya untuk memulai dari apa pun yang ada,

atau meneladani kepatuhannya kepada Tuhan.

Kita hanya mau enaknya.

Sesungguhnya, kita telah berlaku tidak adil.(MT)

Kamis, 04 November 2010

"MAIYAH CINTA SEGITIGA"

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, kepada Jamaah Maiyah di seluruh jagat Allah SWT, dari Kadipiro Kamis 4 November 2010.

1. "Salah sawijine sopo biso anglakoni, insyaAllah Gusti Pengeran ngijabahi" "Melakukan salah satu, baik. Melakukan sebagian, ahsan. Melakukan semua, afdhal".

2. Mulai hari-hari ini, ingat-ingat kembali, gali, perdalam, diskusikan, ijtihadi bersama Ilmu Dasar Maiyah CINTA SEGI TIGA, Tafsir Maiyah tentang Syafaat Rasulullah Muhammad SAW.

3. Sempatkan berkumpul, kalau tidak- sering-sering, masing-masing bertafakkur: Membaca doa Rasulullah Muhammad SAW di tengah bahaya besar:

"Allahummahrusnaa bi 'ainikallati laa tanaam, waknufnaa bi kanafikallati laa yuraam, warhamnaa bi qudratika 'alaina, falaa nahliku wa Anta rajaa'una Laa Ilaaha Illallahul 'adziimul haliim Laa Ilaaha Illallahu robbil 'Arsyil 'Adziim Walhamdulillahi Rabbil 'Alamiin"

Allahumma ya Allah jagalah kami dengan mripatMu yg tdk pernah tidur. Peluklah (lindungilah) kami dlm pelukanMu yg tak terlepaskan. Kasihilah kami dengan kuasaMu atas kami, maka kami tidak akan binasa karena Engkaulah semata harapan kami. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Sabar. Tiada tuhan selain Allah, Penguasa arasy yang Agung. Segala puji milik Allah Tuhan semesta alam

4. Membaca kembali, memahami dan meyakini makna Al-Anfal 33.

5. Ber-IJTIHAD menyelami Al-Hasyr 18 s/d 24.

6. Ber-MUJAHADAH dengan mewiridkan AlHasyr 20.

7. Mohon ikhlas sempatkan setiap atau sekali saja Malam Jum'at melakukan Shalatullail, kemudian membaca urut surah Al-Ikhlas AlFalaq AnNas.
Berapa kalipun sekuatnya, syukur sekurang-sekurangnya 31X

Kapan luang dan ikhlas wiridkan:
"Ya Mannana Ya Karim Ya 'Adla Ya Hakim Ya Rohmana Ya Rohim Ya Hafiidha ya Halim"
Berapa kalipun sekuatnya, syukur sekurang-kurangnya 100X.

9. Jika muncul rasa takut, cemas, gelisah, wiridkan kalimat Rasulullah Muhammad SAW di saat genting:
"In lam takun 'alayya ghodhobun fala ubali"

Semoga Allah swt mengayomi hamba-hambaNya yang tidak ikut merusak kehidupan, serta mengampuni siapapun yg bertobat, yang mengerti dan mengakui dosa2nya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Muhammad Ainun Nadjib

Selasa, 20 April 2010

JANGAN KATAKAN TIDAK MUNGKIN BAGI YANG INGIN ANDA CAPAI

Mario Teguh Golden Point - JANGAN KATAKAN TIDAK MUNGKIN BAGI YANG INGIN ANDA CAPAI.





Sahabat Indonesia yang super, yang sedang menjadikan dirinya pemungkin bagi keberhasilan-keberhasilannya sendiri.

Hari Selasa ini adalah hari yang sama baiknya dengan semua hari dalam minggu ini, yang masing-masingnya berisi penuh dengan janji-janji baik bagi yang ikhlas menjadikan dirinya keuntungan bagi orang lain.

Jika Tuhan berkenan untuk menyejahterakan dan membahagiakan seseorang, tidak ada apa dan siapa pun yang mampu mencegah-Nya.

Maka marilah kita menjadi pribadi yang lebih patuh, agar Tuhan selalu berkenan untuk menjawab harapan-harapan hati kita.

Mudah-mudahan Anda berada dalam lindungan kasih sayang Tuhan, yang menjadikan Anda pribadi yang belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh di hari yang penuh kemungkinan ini.

Hasil Anda hari ini, adalah penambah kemampuan Anda untuk menghasilkan lebih baik esok hari.

Janganlah meniru mereka yang menghabiskan hasil hari ini dalam kesenangan-kesenangan yang tidak memperkuat diri mereka, dan yang bahkan menjadikan mereka terjebak dalam hutang-hutang yang memenjarakan kebebasan hati.

Semua yang Anda kerjakan dan yang Anda hasilkan, harus menjadi kemampuan Anda berikutnya, untuk menghasilkan lebih baik dan lebih banyak.

Pertumbuhan kemampuan Anda tidak boleh berupa kenaikan pendapatan yang hanya bisa DITUNGGU.

Karena,

Pertumbuhan hasil Anda harus ditentukan oleh jumlah WAKTU dan TENAGA yang Anda keluarkan, dan akan lebih baik lagi – jika ditentukan oleh seberapa BAIK-nya Anda bekerja.

………..

Sahabat saya yang pikirannya jernih,

yang sedang membangun ketegasan tak tertawarkan, untuk memihakkan dirinya kepada yang memperkuat kehidupannya,

Yang kita yakini menentukan apa yang kita kerjakan, dan menentukan kesungguhan kita dalam melakukannya.

Maka, meragukan kemungkinan diri untuk berhasil, adalah perilaku yang melemahkan kesungguhan kerja, dan dengannya mengkerdilkan kemungkinan untuk berhasil.

Anda hanya sebesar yang mungkin bagi Anda.

Maka,

Jangan katakan tidak mungkin bagi yang ingin Anda capai.

Karena,

Pembatasan pertama bagi yang mungkin Anda capai - dimulai dari pendapat Anda sendiri mengenai yang mungkin atau yang tidak bagi Anda.

Segera setelah Anda memutuskan sesuatu itu tidak mungkin Anda capai, Anda akan menggunakan semua kemampuan pikiran dan perasaan Anda untuk membuktikan bahwa itu tidak mungkin.

Dan hebatnya, setelah itu Anda akan memulai proses mengeluh dan mengasihani diri sendiri, yang merasa tidak diperlakukan adil oleh kehidupan ini.

Maka, janganlah Anda menggunakan pikiran dan perasaan Anda sebagai pembatal kemungkinan bagi yang ingin Anda capai.

Apa pun yang Anda inginkan, mungkinkan!

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Kita tidak mungkin mempercayai hak kita untuk mencapai hal-hal yang lebih baik dan lebih besar, jika kemampuan kita tidak tumbuh.

Hanya yang menumbuhkan kemampuan, yang mudah merasa percaya diri.

Maka, siapa pun yang meragukan kemungkinan masa depannya, harus mulai berlaku tegas membangun kemampuan untuk bekerja dengan kesungguhan yang baik.

Dan,

Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan yang membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain.

Janganlah jengah dengan konsep menjadikan diri kita pelayan bagi kebahagiaan orang lain, karena – Tuhan sangat setia melayani bagi kebahagiaan kita, tetapi Tuhan sama sekali bukan pelayan.

Jika yang Anda inginkan akan menjadikan Anda pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, semua kekuatan di alam ini akan ditugaskan untuk menjamin keberhasilan Anda.

Karena,

Tuhan sangat berkepentingan dengan keberhasilan jiwa yang rindu menjadikan dirinya bermanfaat bagi sesama.

Maka,

Jangan katakan tidak mungkin bagi yang ingin Anda capai.

Apa pun yang Anda inginkan, mungkinkan!

Selasa, 06 April 2010

Setiap Jiwa adalah Jiwa yang Bernasib Baik

Adik-adik dan anak-anakku yang terkasih, berikut adalah sebuah Super Note yang saya susunkan khusus untuk Anda.

MARIO TEGUH SUPER NOTE -
SETIAP JIWA ADALAH JIWA YANG BERNASIB BAIK.

………..

Sahabat Indonesia yang super,
yang besar harapannya untuk hidup dalam kesejahteraan dan kebahagiaan.

Mudah-mudahan sapa saya dalam Super Note yang sederhana ini mendapati Anda dalam kesehatan dan kedamaian. Dan semoga keindahan kebersamaan Anda dan keluarga selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Penyayang.

Nasib.

Demikian banyak bahasan mengenai nasib, banyak pujian karena nasib, tetapi lebih banyak lagi keluhan yang menyalahkan nasib.

………..

Sahabat saya yang sedang bekerja membuktikan bahwa nasibnya baik,

dan adik-adik dan anak-anakku yang sedang menjadikan dirinya bernasib baik,

Pak Mario mulai ya?

Terimalah ini tanpa keraguan, bahwa

Setiap jiwa adalah jiwa yang bernasib baik.

Seseorang disebut bernasib baik, BUKAN karena dia sudah terlahir cerdas, atau mudah mendapatkan uang, atau terlahirkan di keluarga yang kaya raya, atau yang semuanya sudah tersedia dengan mudah. Bukan itu.

Atau, seorang pemuda tidak bisa disebut bernasib baik, hanya karena dia menikah dengan seorang gadis cantik yang cinta mati kepadanya, anak satu-satunya dari seorang saudagar kaya raya, yang sudah sangat tua. Nasib baik bukanlah ‘hanya’ itu.

Kita disebut bernasib baik karena kita diberikan kewenangan penuh untuk memperbaiki kualitas hidup kita sendiri.

Coba bayangkan, apakah ada nasib yang lebih buruk bagi seseorang, jika apa pun yang dilakukannya TIDAK akan bisa memperbaiki kehidupannya?

Tuhan Maha Penyayang, dan kita diberikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan kita melalui upaya.

Masih ingat formula kita untuk Upaya? Saya ulangi ya?

Upaya = Doa + Tindakan.

Maka berdoalah, dan pastikanlah Anda bekerja keras untuk memantaskan diri mendapatkan yang Anda minta dari Tuhan.

Maka bekerja keraslah, dan pastikan Anda berdoa sebelum bekerja, selama bekerja, sesudah selesai bekerja.

Adik-adik dan anak-anakku yang super,

Dulu, waktu Pak Mario mendapat bea siswa dan bersekolah di sebuah SMA di Chicago, saya agak terheran-heran saat seorang guru memuji saya sebagai ‘a hard working student’, karena dua hal;

yang pertama,
saya belajar dengan lebih sungguh-sungguh, karena saya termasuk siswa yang tidak terlalu mudah mengerti pelajaran, dan karena saya termasuk yang kecerdasannya biasa dan sedang menyesuaikan diri dengan bahasa Inggris dan budaya Amerika,

dan yang kedua,
dalam pengertian saya waktu itu, belajar bukanlah bekerja.

Tetapi, dengan berjalannya waktu, menjadi semakin jelas bagi saya bahwa

Apa pun yang kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih mampu, adalah pekerjaan.

Dan,

Bekerja keras adalah mendahulukan tindakan yang memperkuat.

Sedangkan,

Malas adalah mendahulukan apa pun yang melemahkan.

………..

Contohnya ya?

Bekerja keras adalah mendahulukan tindakan yang memperkuat.

Seperti,

Mendahulukan bergaul dengan rekan-rekan yang baik, yang jujur, yang rajin, yang patuh kepada orang tua dan guru, dan yang memajukan kegembiraan daripada membesarkan pertengkaran.

Jika Anda menyebut contoh di atas itu ‘pekerjaan mudah’, cobalah periksa besarnya godaan yang mengajak kita untuk menjauhi yang baik itu semua, godaan untuk mendahulukan kemalasan, untuk membolos, untuk ngeluyur dan ngerumpi tanpa guna, atau untuk bertengkar dan berkelahi melawan jiwa-jiwa pelajar lain yang sebetulnya juga sangat membutuhkan kebaikan hidup.

Dan sebaliknya,

Malas adalah mendahulukan apa pun yang melemahkan.

Mohon adik-adik dan anak-anakku yang terkasih, cermati contoh-contoh berikut ini,
apakah ini semua mudah atau sebetulnya ‘bekerja keras’?

Karena malas untuk masuk kelas dan belajar, rekan-rekan saya melemparkan tas mereka melampaui tembok belakang sekolah, bergotong-royong memanjat, melompat, dan melarikan diri ke arah tempat keramaian.

Sebagian berlari dengan mematikan rasa malu karena diperhatikan banyak orang, sebagian lagi lari dengan kekhawatiran besar akan ada yang melihat dan melaporkannya ke orang tua, dan beberapa orang tidak bisa berlari karena harus mencari dengan panik tas mereka yang diambil orang saat mereka lemparkan melampaui tembok.

Kemudian, di tempat-tempat yang bukan sekolah – mereka harus membunuh waktu menunggu waktu pulang, bercanda dan tertawa melalui hati yang tahu bahwa yang mereka lalukan itu salah, lalu pulang dengan hati yang hampa dan wajah yang dijaga seperti sudah berlaku sebagai anak yang baik.

Apakah itu semua bukan ‘bekerja keras’?

Hm … seandainya mereka menggunakan kemampuan untuk bekerja keras itu, sebagai kekuatan untuk mendahulukan yang memperkuat mereka.

Tetapi, tunggu dulu …

Ada suara kecil di sana yang berseru,

Pak Mario, saya tidak bekerja keras khoq!?
Saya bisa tidur seharian tanpa merasa berdosa.
Saya juga tidak berkeringat saat bangun, malah masih sangat lemas, dan merindukan tidur lagi.

Untuk suara itu, ini penjelasannya:

Dibutuhkan seseorang yang keras kemauannya untuk mengorbankan masa depannya, dan menukarkan kesejahteraan masa depannya dengan kenikmatan tidur yang berlebihan hari ini.

Dibutuhkan seseorang yang sangat hebat rasa percaya-diri-nya untuk menjadikan dirinya orang kecil yang minta-minta dikasihani di masa depan, dengan membunuh masa remajanya dengan melakukan hal-hal yang merusak kesehatannya, merusak nama baik diri dan keluarganya, dan menjadikan banyak orang mencatat namanya sebagai nama yang harus dihindari.

Dibutuhkan kekuatan luar biasa untuk memilih menjadi orang tidak baik.

Adik-adik dan anak-anakku yang menjadi tujuan dari semua doa orang tua kalian,

Coba bayangkan ini:

Apakah mudah bagi Pak Mario untuk berbicara kasar dan sombong kepada kalian yang sangat disayangi oleh orang tua kalian - yang adalah saudara dan sahabat yang sangat saya hormati?

Apakah mungkin Pak Mario melakukan hal-hal yang melanggar moral agar kalian kehilangan hormat kepada orang yang lebih tua?

Apakah mungkin bagi Pak Mario untuk berlaku tidak jujur dalam melayani adik-adik dan anak-anakku yang dikasihi Tuhan?

Dengarkan ini ya?

Mudah bagi jiwa yang baik, untuk berlaku baik.

Dan,

Sulit sekali bagi jiwa yang baik, untuk berlaku yang tidak baik.

Sebaliknya,

Mudah bagi jiwa yang bingung, untuk berlaku tidak baik.

Dan,

Sulit sekali bagi jiwa yang belum ikhlas, untuk berlaku baik.

………..

Adik-adik dan anak-anakku yang sangat besar potensi masa depannya.

Siapa pun yang ingin memperbarui nasibnya, harus memperbarui dirinya.

Maka, janganlah mengeluhkan keadaan Anda sekarang, tetapi berlaku seperti Anda ingin hidup selamanya seperti itu.

Jika Anda tidak berbahagia dengan keadaan Anda sekarang, janganlah tersinggung jika orang lain menasehatkan agar Anda mengurangi atau meninggalkan kelakuan yang menjadikan Anda penikmat keadaan yang Anda keluhkan itu.

Janganlah mengeluhkan suatu keadaan, tetapi bersikap seperti mempertahankannya.

Dan jangan ragukan yang ini,

Dia yang mengeluhkan kehidupannya, tetapi tidak bersedia memperbarui dirinya, akan menua lebih cepat dalam kualitas kehidupan yang sama.

Saya sangat menghormati seseorang yang keras kepala, asal kekerasan-kepalanya itu adalah untuk bersungguh-sungguh dalam sikap dan perilaku yang membaikkannya.

Maka,

Keras kepala-lah untuk kebaikan.

Dan saya sangat khawatir melihat anak muda yang sangat penurut kepada teman-temannya yang tidak menghormati orang tua dan mengabaikan pendidikan.

Maka,

Janganlah menjadi penurut kepada yang tidak membaikkan.

………..

Adik-adik dan anak-anakku yang dalam sepuluh tahun ini akan menjadi pribadi-pribadi yang dihargai dan dihormati oleh lingkungannya,

Pak Mario dulu adalah seorang siswa sekolah yang sering mempertanyakan keadilan kehidupan, karena si Mario kecil itu hidupnya sederhana, dan bahkan tidak jarang kekurangan.

Pak Mario sering bersedih, karena membandingkan kekurangannya dengan kelebihan orang lain. Pak Mario lupa memperhatikan bahwa Ibu dan Bapak adalah orang tua yang sangat pengasih dan mengurangi kesenangan mereka agar anak-anak mereka bergembira.

Janganlah menyiksa diri sendiri seperti Pak Mario dulu ya?
Jika kalian gunakan hati baik kalian, akan jelas terlihat bahwa kalian memiliki lebih banyak hal yang membahagiakan – daripada yang menyedihkan.

Tetapi,

Hati yang penyedih akan selalu menemukan alasan untuk bersedih.

Jangan begitu ya?

Bersemangatlah mengenai masa depan kalian.

Karena, semua keadaan yang sedang membatasi kita ini – adalah keadaan sementara.

Tidak ada keadaan yang permanen.

Semuanya berubah.

Jika kita tidak sedang menuju yang baik, kita harus mempertahankan yang baik.

Atau,

Jika kita tidak sedang menuju yang baik, kita pasti sedang menuju yang tidak membahagiakan.

Jika kita sedang tidak mempertahankan yang baik, kita sedang memajukan kelemahan diri.

Ingatlah,

Setiap jiwa bertanggung-jawab atas kebaikan hidupnya sendiri.

Bekerja-keraslah semasa muda untuk menjadi pribadi dewasa yang dihargai tinggi dan dihormati dengan tulus.

Tetap berkhayal-lah, tetapi janganlah menggunakan khayalan Anda untuk melemahkan kerja keras Anda hari ini.

Pantaskanlah Anda bagi penghargaan dan bayaran-bayaran yang tinggi.

Semakin Anda pantas ber-rezeki baik, semakin Anda kurang mengkhayalkan keberuntungan.

Dan yang ini penting ya?, bahwa …

Keberuntungan bukanlah untuk ditemukan, tetapi untuk dibuka.

Semua sikap baik Anda dalam berhubungan dengan orang lain, dan semua pikiran baik Anda dalam bekerja adalah untuk membuka pintu-pintu rahmat di langit, yang akan dikirimkan kepada Anda dalam amplop dan karung yang bertuliskan nama Anda.

Maka indahkanlah nama yang Anda gunakan dalam hubungan Anda dengan sesama, karena keindahan yang Anda isikan kedalam nama itulah yang diperhatikan Tuhan.

………..

So, adik-adik dan anak-anakku yang sangat saya sayangi,

Yuk kita simpulkan ya?

Setiap jiwa adalah jiwa yang bernasib baik.

Karena,

Dia bebas melakukan yang akan menjadikan dirinya sekuat yang dapat diupayakannya, menjadi sebesar yang disungguhinya, dan menjadi setinggi yang dimintakan ijinnya dari Tuhan.

Maka mengapakah kita harus berkecil hati dalam kehidupan yang kebesarannya berada dalam kewenangan kita untuk mengupayakan?

So …, be cool.
Stay with me, walk with me.
Be my friend, be at my side.

I am all yours.

………..

My young friends, … make your parents proud!

Sadarilah, Anda pemilik kehidupan ini yang sebenarnya.
Kami yang tua-tua ini sedang bekerja keras untuk memastikan kalian hidup dalam masa depan yang damai, yang kuat, dan yang besar.

Kami adalah Ibu dan Ayah kalian,

Jika kami ada salah-salahnya dalam membantu kalian, ada tidak-sabar-nya dalam mendidik, atau ada kurang bijak-nya dalam meneladankan kebaikan, … kami mohon maaf ya?

Kami mohon kalian mengerti, bahwa menjadi orang tua itu tidak mudah.

Nanti, jika kalian telah memiliki bayi-bayi kalian sendiri, kalian akan mengetahui dalam first-hand experience bahwa menjadi orang tua yang lebih dewasa daripada anak-anaknya, yang mampu, yang meneladankan kegembiraan dalam kehidupan yang tidak mudah ini, dan yang menasehatkan keberanian untuk menghadapi masa depan yang juga belum tentu jelas bagi kami yang tua ini, … bukanlah pekerjaan yang mudah.

Sayangi Ibu dan Ayah ya?

Kami juga sangat letih, tetapi kalian harus menjadi pribadi-pribadi yang damai dan sejahtera dalam masa depan yang belum tentu sempat kami hadiri nanti.

Kami sendiri tidak lepas dari kekhawatiran dan ketakutan-ketakutan kami sebagai orang tua, tetapi Tuhan menitipkan kalian kedalam pemeliharaan kami, yang masih harus banyak belajar menyesuaikan diri dengan tugas mendampingi pertumbuhan kalian sebagai pembesar masa depan.

Sayangi kami ya?

Mohon kalian nikmati keberadaan kalian dengan kami sekarang, karena kalianlah yang akan hidup lebih lama daripada kami, kalianlah yang akan hidup dalam masa depan yang kami impikan bagi kalian bahkan sebelum kelahiran kalian.

Sayangi kami ya?

Kebahagiaan kami adalah melihat kalian tumbuh dengan gembira, terlengkapi dalam pendidikan kalian, dan maju memasuki kehidupan sebagai pribadi dewasa yang baik dan berharapan besar.

Semua itu kami lakukan dengan penuh kasih, karena kalian lahir melalui kami.

Maka …, dapatkah kami meminta kepada hati baik kalian untuk membantu kami merasa bahwa upaya kami untuk mendampingi pertumbuhan kalian, adalah sebuah upaya yang indah?

Sayangi kami ya?

………..

Sahabat saya yang muda dan yang indah kebesaran masa depannya,

Orang tua adalah wakil Tuhan dalam kehidupan kita.

Muliakanlah orang tua Anda, karena …

Tidak ada orang yang memuliakan orang tuanya, yang tidak dimuliakan kehidupannya.

Hadiahkanlah hati terlembut Anda bagi Ibu dan Ayah.

Kemudian lihatlah bagaimana sinar surga berpendar dari wajah-wajah terkasih, yang guratan-guratan ketuaannya sebagian adalah karena kesulitan dalam mendidik kita.

Ibu dan Ayah Anda bukanlah orang biasa, jika tidak - mengapakah mereka dipilih Tuhan untuk menghadirkan Anda dalam kehidupan ini.

Hormati dan sayangilah Ibu dan Ayah, … lalu perhatikan apa yang terjadi.

………..

So, this is Sunday night, …
and tomorrow we shall meet the world again in better lights!

Mudah-mudahan minggu yang baru ini menyambut Anda semua dengan kebaikan, kemudahan, dan kekuatan yang mendekatkan Anda kepada impian-impian hati Anda.

Sampai kita bertemu dan berjabat-tangan nanti ya?

Senin, 01 Maret 2010

Manusia

A. Manusia dalam al-Qur'an disebut : Al-Insan ( al-Insan 1 ). Al-Basyar ( al-Hijr 28 ). Bani Adam ( al-Isra' 70 ). An-Nas.

B. Proses kejadian manusia :

1. Melalui masa yang tidak disebutkan ( al-Insan 1 ).

2. Mengalami beberapa tingkatan kejadian ( Nuh 14 ).

3. Ditumbuhkan dari tanah seperti tumbuh-tumbuhan ( Nuh 17 ).

4. Dijadikan dari tanah liat = lazib ( ash-Shaffat 11 ).

5. Dijadikan dari tanah kering dan lumpur hitam ( shalshal dan hamain ) al-Hijr 28.

6. Berproses dari saripati tanah, nuthfah dalam rahim, segumpal darah, segumpal daging, tulang, dibungkus dengan daging, makhluk yang paling baik ( al-Mu'minun 12-14 ).

7. Kemudian ditiupkan roh ( ash-Shad: 72, al-Hijr: 29 ).

Manusia diciptakan dari tanah dengan bermacam-macam istilah, yaitu turob ( tanah ), tanah kering ( shal-shal ), lumpur hitam ( hamain ), thin ( tanah kering ) dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa fisik manusia berasal dari macam-macam bahan yang ada dalam tanah.

C. Tubuh manusia terdiri dari roh dan jasad, kedua unsur ini membentuk senyawa, sehingga terwujud proses dan mekanisme hidup. Terputusnya dua unsur ini berarti terjadinya kematian.

D. Keistimewaan manusia dari makhluk lainnya :

1. Manusia sebagai ciptaan yang tertinggi dan terbaik ( at-Tin 4 ).

2. Manusia dimuliakan dan diistimewakan oleh Allah ( al-Isra' 70 ).

3. Mendapatkan tugas mengabdi ( adz-Dzariyat 56 ), oleh karenanya manusia disebut abdi Allah.

4. Mempunyai peranan sebagai khalifah ( wakil Allah ) ( al-An'am 165 ), dengan berbagai tingkatan.

5. Mempunyai tujuan hidup, yaitu mendapatkan ridho Allah ( al-An'am 163 ), dan kebahagiaan didunia dan diakhirat.

6. Untuk melaksanakan tugas serta peranannya guna mencapai tujuan hidupnya manusia diberi peraturan-peraturan hidup ( an-Nisa' 105 ).

E. Sifat-sifat manusia antara lain :

1. Bersifat tergesa-gesa ( al-Isra' 11 ).

2. Sering membantah ( al-Kahfi 54 ).

3. Ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhan ( al-�Adiyat 6 ).

4. Keluh kesah dan gelisah serta kikir ( al-Ma'arij 19 ).

5. Putus asa bila ada kesusahan ( al-Ma'arij 20 ).

6. Kadang-kadang ingat Tuhan karena penderitaan ( Yunus 12 ).

F. Penggolongan manusia :

1. Menurut Surat al-Fatihah :

a. Yang diberi ni'mat petunjuk.

b. Yang dimurkai Tuhan.

c. Yang sesat.

2. Menurut Surat al-Baqarah ( awal ) :

a. Muttaqin.

b. kafirin.

c. munafiqin.

3. Yang dicintai dan dimurkai :

a. Yang dicintai Allah :

1. Muhsinin ( al-Baqarah 195; Ali-�Imran 134; al-A'raf 56 ).

2. Tawwabin, Mutathohhirin ( al-Baqarah 222; asy-Syu'ara 69; at-Taubah 120 ).

3. Muttaqin ( Ali-�Imran 76; at-Taubah 36 ).

4. Shobirin ( Ali-Imran 146 ).

5. Muqsithin ( al-Maidah 42 ).

6. Mutawakkilan ( Ali-�Imran 159 ).

7. Berjuang dijalan Allah dengan organisasi rapih ( ash-Shaaf 4 ).

b. Yang dimurkai Allah :

1. Fasiqin ( ash-Shaff 5 ).

2. Mufsidin ( al-Maidah 64; Yunus 81 ).

3. Zholimin ( at-Taubah 19 ).

4. Kafirin ( at-Taubah 37 ).

5. Khowwanin Kafur ( al-Hajj 38 ).

6. Mustakbirin ( an-Nahl 23 ).

7. Musrifin ( al-An�am 141 ).

8. Kadzibun Kaffar ( az-Zumar 3 ).

9. Musrifun Kadzab ( al-Mu'min 28 ).

4. Dalam penggolongan-penggolongan lainnya yang terdapat dalam al-Qur'an maupun al-Hadits yang pada umumnya dibagi kepada dua macam :

a. Yang baik ( ashhabul yamin, ashabul maimanah, khairul bariyyah dan lain-lain ).

b. Yang tidak baik ( ashhabusysyimal, ashhabul mas'amah, syarrul bariyyah dan lain-lain ).

Kehidupan Manusia.

1. Tujuan Hidup : Mencari ridho Allah / mardhotillah ( al-An'am 163 ).

2. Tugas Hidup : Mengabdikan diri kepada Allah dalam berbagai aspek kehidupan / � ibadah ( adz-Dzariyat 56 ).

3. Peranan Hidup. Khalifah, wakil Allah untuk mewujudkan kehendak Ilahi dibumi, memakmurkan alam dan lain-lain ( al-An'am 165 ). Pelanjut risalah / menyampaikan ajaran-ajaran Allah dan membelanya ( Ali-�Imran 110 ).

4. Pedoman Hidup. Al-Qur'an dan as-Sunnah ( al-Isra' 9; an-Nisa' 59 dan 105 ).

5. Teladan hidup.

Muhammad Rasulullah saw. ( al-Ahzab 40 ).

6. Kawan hidup. Mu'minin, Mu'minat ( al-Hujurat 10 ).

7. Lawan hidup.

Syaithan dan sifat-sifat syaithan seperti : syirik, kufur dan lain-lain ( al-Baqarah 168 dan al-An'am 142 ).

8. Bekal hidup. Seluruh alam raya dan isinya ( al-Jasiyah 13 ).