Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Ada orang yang mencurahkan semua tenaganya

untuk menaiki tangga karir,

tanpa memeriksa apakah tangga itu

bersandar pada dinding yang tepat.

Karir yang baik adalah tangga yang bersandar pada kebaikan.

Dan dua sebab utama dari ketidak-bahagiaan dalam karir,

adalah salah memilih dinding sandaran

atau salah cara menaiki tangga.

Kebahagiaan adalah masalah pilihan.

Mario Teguh

Minggu, 22 Mei 2011

Banyak orang menginginkan keberhasilan yang telah dicapai oleh orang lain,

tapi tidak bersedia meniru rajinnya,

atau mempelajari poses berpikir

dan mengelola keraguan dan ketakutannya,

atau meneladani keikhlasannya untuk memulai dari apa pun yang ada,

atau meneladani kepatuhannya kepada Tuhan.

Kita hanya mau enaknya.

Sesungguhnya, kita telah berlaku tidak adil.(MT)

Minggu, 08 Mei 2011

RABUN HATI

Penyakit paling berbahaya pasti rabun hati karena bahayanya tidak cuma ada di dunia tetapi juga akan tembus ke akhirat. Kita memang menatap dengan rasa ngeri ancaman diabetes dan gagal ginjal. Tetapi ada banyak saudara, kerabat dan sahabat, yang kehilangan kaki karena penyakit ini malah menemukan hidupnya kembali. Ia memang kehilangan kaki, tetapi menemukan hati. Ada banyak pasien cuci darah yang akhirnya menemukan ilmu pasrah (ikhlas). Ini ilmu yang pasti tidak didapat dengan mudah karena malah harus melewati ginjal yang parah. Ada begitu banyak kerusakan tubuh yang malah membangun hati. Karena itulah penyakit tubuh, mestinya tidak boleh semenakutkan dibanding dengan penyakit hati.

Hati itu, tidak usah sakit, cukup rabun saja, dampak kerusakannya sudah luar biasa. Jika penderita itu bernama suami, ia akan memutilasi kebahagiaan keluarganya sendiri. Manajemen keluarga yang sederhana akan menjadi rumit. Soal keuangan saja lalu ada uang perempuan, uang laki-laki, uang gelap, uang terang, uang abu-abu dan uang siluman. Apakah keluarga membutuhkan itu semua? Tidak. Kebutuhan keluarga itu sederhana. Menjadi tidak sederhana ketika nilai-nilai keluarga itu tidak lagi menjadi sumber orientasi.

Begitulah pula dengan pendidikan. Induk persoalannya selalu sederahana. Pendidikan bertugas mengajar siswa. Itu saja mestinya. Tetapi ketika pendidikan dijejali bermacam-macam kepentingan, dunia pendidikan menjadi berjejal muatan dan tujuan utama itu lalu nyelip entah di mana.

Begitu pula dengan pembangunan. Tugas utamanya simpel saja sebetulnya. Ia memudahkan, melancarkan dan memartabatkan kehidupan. Tetapi ketika di tubuh pembangunan terdapat aneka benalu penyimpangan, banyak sekali pembangunan yang malah berarti perusakan. Ada gedung yang baru dibangun sudah rusak. Ada gedung lama yang cuma untuk mangkrak. Ada kekeliruan yang dizinkan, ada pelanggaran yang dibiarkan, ada bahaya yang disengaja, ada kebakaran yang direncanakan, ada jembatan yang sengaja dibiarkan kelebihan beban.

Begitu pula dengan tata kelola negara. Mengelola rakyat itu sederhana. Hanya membutuhkan dua kata saja: ketegasan hukum. Tidak ada rakyat yang tidak takut hukum. Kalau kemudian begitu banyak pelanggaran hukum, bukan berarti kita memiliki banyak pelanggar, melainkan karena ada begitu banyak hukum yang menantang untuk dilanggar.

Di dunia ini sebetulnya tidak ada urusan yang ruwet. Yang ada ialah persoalan yang dibiarkan, ditumpuk, diabaikan untuk kemudian ia beranak-pinak sedemikian rupa hingga tak bisa lagi dicegah kecuali harus berujung pada kerusakan. Dan seluruh kerusakan itu hanya butuh sebab sederhana: rabun hati, penyakit yang membuat indera peraba, perasa, pendengar, pencium, pengecap lenyap dan yang tertingal cuma indera kepentingannya sendiri. (Prie GS)

Sabtu, 08 Mei 2010

Loading Cinta


oleh : Kiai Budi

Sedulurku tercinta,dalam kepasrahan do'a,yang kita yakini bahwa Tuhan Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan dan Maha Indah lainnya,cukup kiranya menjadikan kita tinggal menunggu jawabanNya. Hasrat cita dan harapan manakala telah kita setorkan datanya ke Tuhan, bagai menanam benih dalam tanah tinggal menunggu musim semi, percayalah. Menanamnya itu yang menjadi syarat sunnahnya, soal hasil itu mau langsung, atau ditunda waktunya, atau tersimpan kokoh disisiNya, karena kepasrahan kita, terserah yang andum (membagi), yakni Dia itu yang kita yakini Maha-Maha. Kuatkan hati, dan lihatlah di layar hatimu kawan, ada info jelas kan?--loading--. Sebuah episode hidupku, aku yakin anda punya suasana yang sama, problem saja yang berbeda, saat petugas PLN membongkar listrik pondok karena alasan perintah, setelah gagal aku mengemis waktu mengulur seminggu untuk bisa membayarnya. Memang ini kesalahanku, telat tiga bulan, namun seperti biasanya, walau kadang telat petugas ada yang ridlo memaklumi, kanthong sakuku, yang bukan pengusaha, bukan pegawai, bukan siapa-siapa--tetapi kali ini tidak. Listrik dibongkar. Bisa anda bayangkan, semuanya macet. Seluruh penghuni komplek aku kumpulkan pada malam hari, ditengah cahaya lilin, di aula yang saat itu Cak Nun menyebut komplek ini sebagai rumah cinta. Aku memberi arahan, jangan sampai ada yang mengeluh, kita menimba sumur tua itu untuk mandi dan wudlu, carilah kaleng atau botol kratingdaeng untuk bikin lampu oncor, nikmati ini dan kegelapan ini sampai Dia bekerja, tunggulah. Aku baru tahu beberapa hari ini, di komputer, istilah menanti jawaban atas setoran data-data--namanya loading--. Ada yang bisa beli genset, tapi kemampuannya tak mencukupi lokasi komplek, sangat terang. Ada yang beli lilin2, lampu teplok, dan ada yang tidak mau pakai apa-apa. Ketika larut, aku pandang dari kejauhan sedikit, ada orkresta warna di pesantren ini, diterangi temaram cahaya rembulan, yang tentu sampai padhang mbulan, purnama. Usai ngaji, ada yang tetabuhan, jithungan, shalawatan, aku rasakan ada orkrasta musik saja kayaknya. Aku tersenyum, siapa bilang derita itu derita--gumamku. Bisa saja bagimu pahit, bagiku manis, bagimu derita bagiku kegembiraan, bagimu racun yang mematikan bagiku ternyata terasa madu yang mengobati. Suasana itu berjalan tiga bulan tidak terasa, kalau ada yang silaturrahim menonjok pertanyaan soal kegelapan, aku bilang--mpun rejekine (sudah rezekinya), biasa kan aku sambil tersenyum. Pada saat aku bersama Cak Nun da M.Nuh (sebelum jadi mentri) di Bang-Bang Wetan, istriku menelpon kalau malam ini ada pimpinan pusat PLN Jakarta, menengok bongkaran dan menikmati kegelapan kita. Kata istriku, mereka semua menangisi sikapnya dan mohon ampun atas pembongkarannya. Saat pejabat itu menelpon, aku bilang--tidak apa-apa, kami masih dikasih tenaga Allah untuk mencari duit, sampai kami bisa masang lagi, kapan-kapan, ampun pemerintah. Begitu aku sampai rumah, pembongkar itu bersimpuh menunggu, sebelum mereka bicara, aku tahu kehadiran tanpa aku rindukan dan bukan atas kerinduannya---pasanglah lagi sebagaimana engkau semua membongkarnya, kataku pelan tanpa dendam. Malah ketua pembongkar itu pada pamitnya meminta aku menikahkan keluarganya, aku sanggupi juga, biar dia pulang tanpa tangan hampa....Kawan,dia pulang pamit tersenyum bibirnya, menetes airmatanya,,, Maafkan aku Mas-Mas,selamat bekerja semoga baik-baik adanya,,,,,

Kamis, 06 Mei 2010

Mario Teguh Golden Moment JADILAH PRIBADI YANG DIRINDUKAN KEHADIRANNYA

Sahabat Indonesia yang super,
yang sedang menjadikan dirinya berperan bagi kebaikan kehidupan sesama,

Adik-adik dan anak-anak saya yang dikasihi Tuhan,
yang sangat saya yakini kebesaran hidupnya di masa depan.

Mudah-mudahan sapa saya dari Karon Beach, Phuket, Thailand - di Jumat yang mulia ini, mendapati Anda dalam kesehatan yang prima dan dalam kesungguhan kerja yang pantas bagi pribadi yang serius mengenai kebaikan hidupnya.

Setiap jiwa pasti pernah sekali atau dua kali, membayangkan bahwa dirinya menjadi pribadi yang bernilai, yang dielukan, dan yang namanya disebut dengan rasa hati yang baik.

Tetapi,
tidak setiap jiwa membebaskan dirinya untuk menjadi yang mungkin baginya.

Karena, bagaimana dia bisa mencapai semua yang mungkin bagi dirinya, jika dia selalu membuka dan menutup pembicaraan mengenai upaya untuk mencapai keberhasilan masa depannya, dengan mengatakan: mana mungkin?

Memang sedikit sekali yang mungkin, bagi yang dia yang meyakini ketidak-mungkinan.

Dan mohon Anda perhatikan, hampir semua orang yang melambatkan pertumbuhan kualitas hidup mereka sendiri, adalah orang-orang yang sering dengan otomatis mengatakan: mana mungkin?

Perubahan adalah sesuatu yang bukan hanya mungkin, tetapi pasti terjadi. Tetapi tidak sedikit orang yang tidak berubah. Mereka hanya menua tanpa menjadi lebih mampu. Dan mereka menua dengan frekwensi keluhan yang lebih tinggi.

Maka marilah kita ikhlas melepaskan yang sudah terbukti tidak memuliakan kehidupan.

Marilah kita ikhlaskan diri untuk menjadi pribadi yang kehadirannya dirindukan oleh banyak orang.

Untuk itulah saya susunkan MT Golden Moment ini (foto dengan satu super point), bagi penikmatan di ruang keluarga MTSC yang ramah dan saling mendoakan bagi kebaikan satu sama lain, sambil menanti menguatnya kantuk di tengah malam ini, di ruang hotel kami di Hilton Arcadia Karon Beach, Phuket, Thailand.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

………..

Mario Teguh Golden Moment
JADILAH PRIBADI YANG DIRINDUKAN KEHADIRANNYA

………..



Sahabat saya yang baik hatinya,
adik-adik dan anak-anakku terkasih,

Jadilah pribadi yang dirindukan kehadirannya.

Kehadiran Anda akan selalu dirindukan orang,
apabila Anda:
menggunakan nama yang baik, berbicara dengan bahasa yang indah,
dan berlaku dengan cara-cara yang ramah di hati orang lain.

Dan jika mungkin, jadikanlah kehadiran Anda sebagai pengindah waktu mereka.

Maka indahkanlah nama Anda, tutur kata, dan cara-cara Anda dalam membawa diri.

Sebutlah nama orang lain dengan nada yang penuh kebaikan, dan senangkanlah mereka dengan menyampaikan terima kasih, pujian, dan anjuran ramah yang membangun.

Pastikanlah mereka meninggalkan Anda dengan hati yang lebih bergembira daripada saat mereka datang menemui Anda.

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,
yang sedang ditunggu ketegasannya untuk memutuskan yang baik, dan yang sedang dinantikan keikhlasannya untuk membarukan dirinya agar Anda berhak bagi kehidupan yang kualitasnya baru.

Jadilah pribadi yang karena kebaikan pekertinya, dirindukan oleh mereka yang merindukan kebaikan hidup.

Karena, setiap jiwa pasti merindukan kehadiran Anda yang membantu banyak orang menemukan kualitas-kualitas asli mereka, membangun kegembiraan dan rasa hormat kepada diri mereka sendiri, dan membantu memperjelas alasan dan tujuan perjalanan hidup mereka.

Begitu dulu ya?

Kemarin sore Ibu Linna dan saya, dengan ditemani Pak Adi Prakosa dan Pak Edi Wibowo – sampai di Karon Beach - Phuket, untuk memuliakan sahabat-sahabat kita dari SMART Corporation yang telah membahagiakan kami dengan undangan untuk berbincang dalam sebuah seminar di Phuket pagi ini.

Foto untuk Golden Moment kali ini, saya ambil saat matahari terbenam senja kemarin - di pantai di depan hotel kami, yang terdiri dari beberapa gambar yang saya susun menjadi sebuah panorama. Mudah-mudahan ia bisa menjadi pendamai bagi pandangan dan hati baik Anda.

Alangkah indahnya jika kita semua berkesempatan terlibat dalam perbincangan yang mudah-mudahan indah dan mencerahkan, seperti yang segera saya mulai bersama lebih dari 300 sahabat kita dari SMART Corporation di pagi Phuket yang indah ini.

Mudah-mudahan Tuhan menyegerakan kejelasan bagi perjalanan Anda, melebihkan kekuatan bagi upaya Anda, dan meluberkan kesejahteraan dan kebahagiaan yang telah pantas bagi kejujuran dan kerja keras Anda.

Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda terkasih, dari Ibu Linna dan saya.

Sampai nanti ya?

Loving you all as always,

Selasa, 20 April 2010

JANGAN KATAKAN TIDAK MUNGKIN BAGI YANG INGIN ANDA CAPAI

Mario Teguh Golden Point - JANGAN KATAKAN TIDAK MUNGKIN BAGI YANG INGIN ANDA CAPAI.





Sahabat Indonesia yang super, yang sedang menjadikan dirinya pemungkin bagi keberhasilan-keberhasilannya sendiri.

Hari Selasa ini adalah hari yang sama baiknya dengan semua hari dalam minggu ini, yang masing-masingnya berisi penuh dengan janji-janji baik bagi yang ikhlas menjadikan dirinya keuntungan bagi orang lain.

Jika Tuhan berkenan untuk menyejahterakan dan membahagiakan seseorang, tidak ada apa dan siapa pun yang mampu mencegah-Nya.

Maka marilah kita menjadi pribadi yang lebih patuh, agar Tuhan selalu berkenan untuk menjawab harapan-harapan hati kita.

Mudah-mudahan Anda berada dalam lindungan kasih sayang Tuhan, yang menjadikan Anda pribadi yang belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh di hari yang penuh kemungkinan ini.

Hasil Anda hari ini, adalah penambah kemampuan Anda untuk menghasilkan lebih baik esok hari.

Janganlah meniru mereka yang menghabiskan hasil hari ini dalam kesenangan-kesenangan yang tidak memperkuat diri mereka, dan yang bahkan menjadikan mereka terjebak dalam hutang-hutang yang memenjarakan kebebasan hati.

Semua yang Anda kerjakan dan yang Anda hasilkan, harus menjadi kemampuan Anda berikutnya, untuk menghasilkan lebih baik dan lebih banyak.

Pertumbuhan kemampuan Anda tidak boleh berupa kenaikan pendapatan yang hanya bisa DITUNGGU.

Karena,

Pertumbuhan hasil Anda harus ditentukan oleh jumlah WAKTU dan TENAGA yang Anda keluarkan, dan akan lebih baik lagi – jika ditentukan oleh seberapa BAIK-nya Anda bekerja.

………..

Sahabat saya yang pikirannya jernih,

yang sedang membangun ketegasan tak tertawarkan, untuk memihakkan dirinya kepada yang memperkuat kehidupannya,

Yang kita yakini menentukan apa yang kita kerjakan, dan menentukan kesungguhan kita dalam melakukannya.

Maka, meragukan kemungkinan diri untuk berhasil, adalah perilaku yang melemahkan kesungguhan kerja, dan dengannya mengkerdilkan kemungkinan untuk berhasil.

Anda hanya sebesar yang mungkin bagi Anda.

Maka,

Jangan katakan tidak mungkin bagi yang ingin Anda capai.

Karena,

Pembatasan pertama bagi yang mungkin Anda capai - dimulai dari pendapat Anda sendiri mengenai yang mungkin atau yang tidak bagi Anda.

Segera setelah Anda memutuskan sesuatu itu tidak mungkin Anda capai, Anda akan menggunakan semua kemampuan pikiran dan perasaan Anda untuk membuktikan bahwa itu tidak mungkin.

Dan hebatnya, setelah itu Anda akan memulai proses mengeluh dan mengasihani diri sendiri, yang merasa tidak diperlakukan adil oleh kehidupan ini.

Maka, janganlah Anda menggunakan pikiran dan perasaan Anda sebagai pembatal kemungkinan bagi yang ingin Anda capai.

Apa pun yang Anda inginkan, mungkinkan!

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Kita tidak mungkin mempercayai hak kita untuk mencapai hal-hal yang lebih baik dan lebih besar, jika kemampuan kita tidak tumbuh.

Hanya yang menumbuhkan kemampuan, yang mudah merasa percaya diri.

Maka, siapa pun yang meragukan kemungkinan masa depannya, harus mulai berlaku tegas membangun kemampuan untuk bekerja dengan kesungguhan yang baik.

Dan,

Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan yang membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain.

Janganlah jengah dengan konsep menjadikan diri kita pelayan bagi kebahagiaan orang lain, karena – Tuhan sangat setia melayani bagi kebahagiaan kita, tetapi Tuhan sama sekali bukan pelayan.

Jika yang Anda inginkan akan menjadikan Anda pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, semua kekuatan di alam ini akan ditugaskan untuk menjamin keberhasilan Anda.

Karena,

Tuhan sangat berkepentingan dengan keberhasilan jiwa yang rindu menjadikan dirinya bermanfaat bagi sesama.

Maka,

Jangan katakan tidak mungkin bagi yang ingin Anda capai.

Apa pun yang Anda inginkan, mungkinkan!

Senin, 19 April 2010

MT Golden Point - MARIO KECIL – THE WAY OF THE WARRIOR

Adik-adik dan anak-anak saya yang sangat besar potensi masa depannya,

Sahabat Indonesia yang super,
yang sedang menjadikan dirinya sebernilai yang dirasakannya,

Mudah-mudahan sapa saya di hari Sabtu yang damai ini menemui Anda dalam kejernihan pikiran dan kebeningan hati, dalam suasana akhir pekan yang indah bersama keluarga dan kerabat terkasih.

Seseorang tidak mungkin menjadikan dirinya tampil LEBIH baik daripada penghargaannya terhadap dirinya sendiri.

Maka, batas penghormatan kepada diri sendiri, adalah batas keindahan penampilan seseorang.

Sehingga,

Anda yang menghormati diri sendiri, akan berhati-hati dalam memilihkan sikap dan perilaku pribadi – yang menjadi penentu penghormatan orang lain kepada Anda.

Dengan kalimat-kalimat pembuka di atas, ijinkan saya untuk meneruskan Golden Point dalam Seri Mario Kecil ini – bagi penikmatan di ruang keluarga MTSC yang mudah-mudahan diijinkan Tuhan untuk mencapai 1,000,000 Super Fans hari ini.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

………..

Mario Teguh Golden Point
MARIO KECIL
THE WAY OF THE WARRIOR

………..

Sebagai anak kecil yang hidupnya pindah dari satu asrama tentara ke asrama yang lain, saya sering disedihkan karena harus berpisah dari teman-teman kecil sepermainan di satu kota, untuk memulai pertemanan di lingkungan asrama yang baru, dengan kesadaran bahwa kami akan juga berpisah – dalam satu atau dua tahun.

Mungkin itu yang mendidik saya untuk sangat sepenuhnya menenggelamkan diri dalam keindahan pertemanan – saat saya berada dalam suatu lingkungan.

Dan yang saya amati,

Anak-anak dari para perwira tinggi, tampil dengan suatu perbedaan yang sulit saya definisikan – jika dibandingkan dengan anak-anak para prajurit dan bintara.

Dan bertahun-tahun saya mengamati perilaku anak-anak yang ‘lebih berkelas’ itu, dan … inilah pelajaran yang saya dapatkan, yang kemudian menjadi salah satu disiplin saya dalam membangun Brand Pribadi MT yang sekarang menjadi nama saya, Mario Teguh.

Pengharusan.

Bencilah untuk diharuskan berlaku teratur, tetapi jangan tolak nilai yang tinggi dari kekuatan dalam keteraturan.

Siapa pun yang menginginkan kekuatan, harus membangun keteraturan.

Kemudian ternyata, bahwa …

LARANGAN ADALAH YANG MENJADIKAN.

Yang dilarang berlaku murahan, dan kemudian menurut – akan menjadi pribadi yang mahal.

Yang dilarang berlaku rendahkan, dan kemudian patuh – akan menjadi pribadi yang berderajat tinggi.

Dan yang dilarang berlaku yang menyedihkan Tuhan, dan kemudian taat – akan dimuliakan dalam kehidupan yang sejahtera dan berbahagia.

Flash back …

Sebagai anak kecil, saya tumbuh tidak menyukai larangan-larangan dari Bapak dan Ibu, terutama yang dari Bapak. Karena, Ibu saya - Sitti Marwiyah adalah pribadi mungil dan cantik yang sangat penyayang, dan mengijinkan hampir apa pun yang saya minta darinya.

Pak Gozali Teguh yang hari ini sedang dijamu Tuhan di Taman Makam Pahlawan di Malang, waktu itu adalah seorang bintara lulusan dari banyak medan tempur sejak pemerdekaan bangsa.

Dia sangat keras kepala, pemberani, pekerja keras, dan sangat jujur. Dia mengurangi kenyamanan pribadi bagi diri dan istrinya, agar anak-anak mereka makan makanan bergizi, belajar dan beristirahat dengan teratur, dan hidup dengan bersih dan sehat.

Banyak sekali keharusan dan larangan yang ditetapkan oleh Bapak kepada saya dan adik-adik saya. Saya dilarang keras berbicara kasar dan kotor, dilarang memaki, dan dilarang mencaci orang lain – betapa pun marahnya saya.

Karena, jika saya mencaci – sebetulnya saya memberikan hak kepada orang lain untuk mencaci saya.

Salah atau benar, tidak baik bagi kita untuk saling mencaci.

The Way Of The Warrior

Saya dilarang bertengkar, dilarang berkelahi;
tetapi jika untuk membela harga diri dan memang harus berkelahi – saya diharuskan untuk menang.

Tetapi, jika terpaksa kalah, saya diharuskan untuk membekaskan hukuman yang keras kepada yang mengalahkan saya – agar dia tidak berani merendahkan saya lagi.

Dengan semua ketidak-setujuan dan penolakan terhadap keharusan-keharusan dari orang tua itu, saya tumbuh sebagai anak manis yang penurut dan menghormati guru, tetapi yang tekun juga belajar bela diri dan keterampilan menggunakan senjata.

Pak Teguh pernah berkata kepada anaknya itu,

“Kamu mungkin suatu ketika akan menjadi pujangga, tetapi orang lain juga harus menghormati mu karena kemampuan mu untuk bertempur.”

Sehingga, bahkan mereka yang yakin bisa mengalahkanmu, tidak akan mencoba – karena mereka juga yakin bahwa kamu akan menjadikan mereka pemenang yang terluka hebat.

Fast Forward …

Si Mario Kecil kemudian tumbuh menjadi perwira muda dalam industri perbankan;
sebagai pemuda yang berpendidikan baik, berpikir strategis, meramahkan dan menyantunkan diri dalam pergaulan dengan orang lain, berpendapat dengan pasti, tidak takut membuat kesalahan, mengambil tanggung-jawab atas kesalahan – bahkan yang bukan salahnya, dan tidak pernah ingin berlama-lama dalam sebuah pangkat atau jabatan.

Helping Others To Win.

Konflik dalam pekerjaan?

Ya, akan selalu ada perselisihan pendapat dan perbedaan kepentingan dalam pekerjaan dan karir kita. Tetapi, jika kita berhubungan dengan orang lain dengan niat untuk menjadikan pekerjaan kita sebagai keuntungan bagi orang lain, akan lebih mudah bagi mereka untuk ‘mengijinkan’ kita berhasil – agar mereka juga diuntungkan.

Tetapi, akan selalu ada orang yang memang tujuannya adalah merendahkan orang lain, karena bagi sebagian orang yang tidak baik hatinya, ...

Satu-satunya cara untuk merasa besar, adalah membuat orang lain merasa kecil.

Tetapi, Mario Muda adalah juga pecinta Michael Jackson, dan sedikit ada miripnya dengan Mbah Surip, …
dan inilah sikap yang tersirat dalam suara dan tegak badannya, bahwa ...

I am a lover, not a fighter.
But if you have to fight me, be ready to get really hurt.
So, … love me instead.
And I will love you full.

Aku seorang yang pengasih, bukan petarung.
Tetapi jika engkau harus bertarung denganku, bersiaplah untuk betul-betul terluka.
Jadi, … pilihlah untuk menyayangiku.
Dan aku akan mengasihimu sepenuhnya.

Peperangan yang terbaik, adalah peperangan yang tidak pernah terjadi, tetapi yang kemudian meningkatkan penghormatan kepada satu sama lain.

Mario Muda tidak merasa terancam jika orang lain diuntungkannya, dan dia juga tidak merasa keberatan jika orang lain ‘memanfaatkannya.’ Dia justru menampilkan kualitas-kualitas yang bisa menguntungkan orang lain, agar orang lain-lah yang memikirkan cara-cara untuk menggunakan dirinya – bagi keuntungan mereka.

Mario Muda yakin sekali, bahwa …

Orang lain tidak mungkin mengambil keuntungan dari kita, tanpa kita juga diuntungkan.

Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, lalu mengapakan kita tersinggung jika kita dimanfaatkan?

Tujuan dari semua penghebatan diri adalah agar kita bermanfaat bagi orang lain.

Dan kemudian mudah untuk kita simpulkan, bahwa dia yang semakin bermanfaat bagi sesama, akan menjadi semakin dibaikkan kehidupannya.

Entah siapa yang meneguhkan sikap itu di hati Mario Muda saat itu, tetapi dia sudah meyakini bahwa …

Tidak ada kehidupan yang lebih indah untuk dihidupi, daripada kehidupan untuk kebahagiaan sesama.

………..


Sahabat-sahabat saya yang muda dan yang belia,

Sebetulnya, kita semua sedang menunggu ditemukan.

Pak Mario berdoa agar kalian tumbuh menjadi pribadi-pribadi hebat yang ditemukan oleh orang-orang besar yang akan meminta kalian memangku peran yang besar bagi kebaikan sesama.

Kalianlah pemilik yang sesungguhnya dari masa depan bangsa. Tumbuhlah dan jadilah pribadi-pribadi yang mengisi kehidupan ini dengan kebaikan.

Sayangi dan hormatilah Ibu dan Ayah kalian. Mereka banyak melarang kalian, karena larangan-larangan itulah yang menjadikan kalian.

Jika kalian tidak menyukai larangan dari orang tua dan guru, itu wajar – karena kalian belum mengerti guna dari larangan itu bagi kalian, dan mungkin orang tua dan guru kalian belum menemukan cara melarang yang lebih ramah.

Tetapi, janganlah kalian nanti menjadi orang dewasa yang seperti teman-teman Pak Mario yang dulu juga menolak nasehat baik, yang sekarang telah menjadi kakek dan nenek yang berharap dapat menjadi muda lagi dan mengikhlaskan diri kepada larangan yang membaikkan.

Semua orang yang menolak kebaikan saat muda, akan menjadi orang tua yang banyak ‘seandainya.’

Seandainya dulu aku lebih menyayangi orang-tua-ku, ... seandainya dulu aku menghormati guruku, ... dan seandainya aku dulu lebih patuh kepada Tuhan. Duh … seandainya …

………..

Sahabat saya yang lebih tegas dan tegar sikapnya dalam menatapkan wajah ke masa depan,

Mudah-mudahan Tuhan memperjelas pengertian Anda bagi tugas-tugas besar yang telah dirancang-Nya untuk Anda, dan mentenagai Anda dengan ‘super power’ yang Anda butuhkan untuk berperan dengan efektif bagi kebaikan hidup sesama.

Sesungguhnya, semua bibit dari super power Anda berada dalam pilihan pikiran, perasaan, dan tindakan keseharian Anda, yang akan tumbuh bersama kesungguhan Anda untuk berkembang menjadi pribadi yang mampu diberikan beban yang lebih besar.

Be good and stay super!

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya? Dan kita akan banyak bercerita tentang hal-hal yang menarik dan lucu mengenai perjalanan naik menuju karir kebintangan yang kita rindukan.

Saya mohon Anda menyampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda tercinta.

Loving you all as always,

Sabtu, 17 April 2010

anak hebat

Kemandirian bukanlah keterampilan yg muncul tiba-tiba tetapi perlu diajarkan pd anak. Tanpa diajarkan, anak-anak tidak tahu bagaimana harus membantu dirinya sendiri. Kemampuan bantu diri inilah yg dimaksud dgn mandiri. Kemandirian fisik adalah kemampuan utk mengurus dirinya sendiri. Sedang kemandirian psikologis adalah kemampuan utk membuat keputusan dan memecahkan masalah sendiri.

Ketidakmandirian fisik bisa berakibat pada ketidakmandirian psikologis. Anak yg selalu dibantu akan selalu tergantung pd orang lain krn merasa tdk memiliki kemampuan utk mengurus dirinya sendiri. Akibatnya, ketika ia menghadapi masalah, ia akan mengharapkan bantuan orang lain utk mengambil keputusan bagi dirinya dan memecahkan masalahnya.

Menurut Dra. Mayke Sugianto Tedjasaputra, M.Si., dosen Psikologi Perkembangan Universitas Indonesia Jakarta, ada beberapa faktor yg mempengaruhi kemandirian anak :

1. FAKTOR BAWAAN. Ada anak yang berpembawaan mandiri, ada yang memang suka dan menikmati jika dibantu orang lain

2. POLA ASUH. Bisa saja anak berpembawaan mandiri menjadi tidak mandiri krn sikap orang tua yg selalu membantu dan melayani.

3. KONDISI FISIK ANAK. Anak yg kurang cerdas atau memiliki penyakit bawaan, bisa saja diperlakukan lebih “istimewa” ketimbang saudara-saudaranya sehingga malah menjadikan anak tidak mandiri.

4. URUTAN KELAHIRAN. Anak sulung cenderung lebih diperhatikan, dilindungi, dibantu, apalagi orang tua belum cukup berpengalaman. Anak bungsu cenderung dimanja, apalagi bila selisih usianya cukup jauh dari kakaknya.

Untuk mengajarkan anak menjadi mandiri, sangat penting bagi orang tua untuk tidak memberikan bantuan dan perlindungan yang berlebihan kepada anak. Menurut Dra. Tjut Rifameutia Ali-Napis, M.A, dosen Psikologi Pendidikan dari Universitas Indonesia, bantuan berlebihan bisa mensugesti anak bahwa ia tidak mampu melakukan sesuatu sendiri.

Ada dua alasan yang menyebabkan orang tua cenderung memberikan bantuan dan perlindungan berlebihan. Yang pertama karena khawatir. Padahal, orang tua yang terlalu khawatir akan membatasi anak untuk mencoba kemampuannya.

Bila perlindungan berlebihan berlanjut terus sejalan dengan bertambahnya usia anak, maka anak akan selalu mengharapkan bantuan orang lain setiap kali ia menghadapi masalah.

Alasan kedua, karena orang tua tidak sabar. Ketimbang menunggu anak berusaha memakai sepatunya sendiri, orang tua cenderung lekas membantu agar cepat selesai. Akibatnya, anak tidak memperoleh kesempatan untuk mencoba.

Belajar mandiri memerlukan bantuan dan bimbingan orang tua. Hasilnya akan nampak bila orang tua rajin dan konsisten memberikan stimulus. Kemandirian hanya bisa dicapai melalui suatu tahapan yang sesuai dengan perkembangan usia anak. Misalnya, anak usia 6 tahun tidak bisa begitu saja dapat makan sendiri bila tidak pernah diberi kesempatan memegang sendok sejak usia 18 bulan.

Oleh karena itu, latihan kemandirian mesti dimulai sejak dini sesuai dengan usianya. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan sekolah untuk menempa anak menjadi mandiri, karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang di sekolah.

Untuk dapat mengukur kemandirian anak, maka diperlukan pengetahuan mengenai kemampuan apa saja yang bisa diajarkan padanya. Bila kemampuan-kemampuan itu belum dikuasai pada usia yang seharusnya, maka si anak bisa dikategorikan tidak mandiri. Anak usia SD masih disuapi dan dimandikan, misalnya, bisa disebut sebagai anak yang tidak mandiri.

Kamis, 08 April 2010

I Want to Break Free

Mario teguh - Super Note



Hal-hal terbaik dalam hidup ini - bebas dan bebas biaya.

Bisakah Anda bayangkan berapa biaya yang harus kita keluarkan jika kita harus membayar semua hal yang memungkinkan kita untuk tetap hidup?

Berapakah harga udara, harga kesehatan, harga kelengkapan indera kita, harga kasih sayang dalam keluarga kita, dan harga dari nama baik orang tua?

Tetapi kita memiliki kecenderungan untuk menelantarkan yang tampaknya mudah didapat.

Hal-hal sangat penting tersebut kita perlakukan seolah-olah mereka tidak bernilai, sampai suatu saat - salah satu dari hal-hal itu direnggut dari kita. Seperti rusaknya nama baik, terlukainya kesehatan, gersangnya kasih sayang dalam keluarga, dan terancamnya keselamatan.

Sebetulnya, setiap orang dibatasi oleh sesuatu.

Batasan itulah yang menjadikan seseorang sebagai pribadi yang bebas , atau yang terpenjara.

Pribadi yang berbakat bagi kebesaran,
memperlakukan batasannya sebagai garis-garis tepi dari lapangan yang memberikannya kebebasan untuk menyanyikan lagu-lagu ketulusan hatinya dan melenggokkan tarian-tarian keikhlasan upayanya.

Pribadi yang berbakat bagi kesedihan,
memperlakukan batasan sebagai dinding yang bergerak menghimpitnya; … bukan karena dinding itu bergerak mempersempit kehidupannya,
tetapi karena dia sibuk meratap dan merekatkan dirinya kepada satu batasan, dan tidak berlari dan menengadah dengan selebar-lebarnya dada – untuk bergabung dengan kita yang telah lama menemukan keindahan,
dalam menjadi pribadi yang sebebas-bebasnya dalam sesempit-sempitnya batasan.

Hm … wouldn’t that be beautiful?

Menjadi pribadi yang sebebas-bebasnya, dalam sesempit-sempitnya batasan.

Tuhan Maha Besar!

Maka marilah kita terima dengan ikhlas, bahwa tidak ada pribadi yang terbebas dari batasan. Dan karena tidak ada maksud Tuhan selain memuliakan kita, maka bagi jiwa yang ikhlas – batasan adalah pemulia.

Batasan adalah pemulia.

Sebetulnya …,

Kita dibatasi oleh sesuatu yang akan memuliakan kita.

Semua batasan kita adalah pagar dan dinding yang mengarahkan hati, pikiran, dan tindakan kita menuju keadaan-keadaan di mana kita menjadi lebih kuat daripada batasan-batasan itu sendiri.

Maka, jiwa yang ikhlas menerima batasannya sebagai pemulia-nya, akan mensyukuri kebebasan yang ada dalam keterbatasannya, dan hidup dan bekerja membangun kebahagiaan di dalamnya.

Sehingga yang kita sebut sebagai kebebasan adalah sebetulnya kualitas hidup yang baik - yang berada dalam batasan-batasan yang membuat kita masih disebut sebagai pribadi yang baik.

Bagi jiwa yang ikhlas, mudah baginya untuk mengerti bahwa …

Kebebasan yang sebetulnya - berada dalam kebaikan.

Hanya orang-orang yang hidup dalam kebaikan yang bisa disebut bebas.

Siapa pun yang beroperasi di luar kebaikan, akan harus menjelaskan dan membayar denda bagi perusakan yang dilakukannya – terutama yang terhadap dirinya sendiri.

Mereka yang melampaui batas kebaikan - akan masuk ke wilayah yang tidak menenangkan, yang membuatnya sulit menghormati dirinya sendiri, dan yang menjadikannya pencuriga yang mengharuskannya berjaga-jaga bahkan terhadap orang yang paling dipercayainya.

Bukankah sering terjadi - seorang penjahat meminta bantuan seseorang yang luhur budinya untuk menjadi penengah dalam perselisihan antara sesama orang jahat?

Semua batasan ditetapkan untuk membaikkan kehidupan.

Sehingga sebetulnya,

Batasan adalah kebaikan.

Dan tidak ada orang yang bisa melanggar batas, tanpa melanggar kebaikan.

Itu sebabnya, Tuhan tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas.

………..

Sahabat saya yang baginya telah disiapkan kehidupan yang damai dan sejahtera,

Kebebasan adalah landasan bagi kebahagiaan.

Tidak ada orang yang bisa berbahagia jika ia tidak bebas untuk menjadi orang baik.

Tidak sedikit dari saudara kita yang menyerahkan hak fitrah-nya sebagai manusia yang bebas - untuk ditukarkan dengan gengsi palsu, dengan kesenangan sementara, dan dengan keamanan sesaat.

Mungkin karena keterdesakannya, dia membatasi kebaikan yang mungkin dilakukannya, dengan mengutamakan keburukan yang terlihat paling mudah dan yang sudah dipilih banyak orang.

Janganlah kita mengira bahwa keburukan telah menjadi kebaikan, hanya karena telah banyak orang besar melakukannya.

Hanya seseorang yang pada dasarnya bukan orang baik, yang bisa bertenang-hati dalam merusak kebaikan asli pribadinya.

Besarnya ketenangan dalam melakukan keburukan, adalah tanda besarnya siksaan hati yang sedang ditangguhkan baginya.

Dan semua yang ditangguhkan, akan disampaikan.

Maka marilah kita selalu mengingat bahwa apa pun yang selain kebaikan, adalah penjara; mungkin kumuh dan dingin, atau mewah dan hangat - tetapi semua hal yang berada di luar kebaikan adalah penjara.

Marilah kita melihat ke sekeliling kita, dan bertanya …

Dapatkah seorang penguasa yang membangun kekuasaan dan kekayaan dengan cara-cara yang tidak jujur - berbicara tentang kejujuran, tanpa hatinya sendiri mencemoohkan dirinya sendiri?

Janganlah kemapanan orang lain dalam berlaku buruk, mengganggu kedamaian hati kita untuk tetap setia menjadi pribadi yang baik.

Marilah kita perluas pengertian kepada mereka yang berada dalam jangkauan persahabatan kita, bahwa

Meratap meminta ampunan agar dikeluarkan dari kesulitan - tidak se-mulia tindakan yang mencegah terulangnya sebuah kesulitan.

Orang-orang lemah sering membuat kita kagum dengan kemampuannya untuk berpanjang-larut dalam ratapan-ratapan permohonan ampun, seolah-olah Tuhan Yang Maha Mengetahui itu tidak akan cukup mengerti jika dia tidak mengulangi ungkapan penderitaannya sebanyak mungkin.

Nasehatkanlah kepada adik-adik yang muda dan anak-anak kita yang kita kasihi,
bahwa …

Tuhan Yang Keberadaan-Nya Tak Berbanding itu mengetahui yang menyesakkan hati-mu, bahkan jauh sebelum rasa sakit di hatimu itu mulai menyayat.

Maka muliakanlah Tuhan dengan mencukupkan laporan penderitaan-mu, lalu gunakanlah sebagian kejelasan pikiran-mu untuk mengerti apa yang menghantarkan-mu ke dalam kesulitan itu.

Ingatlah bahwa

Orang lain tidak pernah sepenuhnya salah, dan engkau tidak akan pernah sepenuhnya benar.

Sesungguhnya dalam keikhlasan seperti itu tersinari pengertian mengenai cara-cara perbaikan hidup-mu.

Lalu, bersegeralah terlibat dalam kesibukan yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain, karena
dalam tindakan yang berguna bagi orang lain itu-lah terdapat obat bagi semua penyakit.

Ulangilah,

Dalam tindakan yang berguna bagi sesama, terdapat obat bagi semua penyakit.

Seperti dirimu, setiap pribadi yang hidup bebas dalam kebaikan - sudah dengan sendirinya meneladankan kebaikan, dan dengannya dia terbebaskan untuk menyampaikan kebaikan.

Kemudian,

Perbedaan baik yang dihasilkan karena kebaikan yang kau sampaikan itulah, yang menjadikan mu seorang pemimpin.

Engkau disebut pemimpin jika engkau menyebabkan perbedaan yang mendamaikan dan menyejahterakan sesama.

Teladankanlah kebaikan.

Karena, telah banyak pribadi mulus dan licin yang menjanjikan kedamaian dan kesejahteraan agar kita dudukkan mereka sebagai pemimpin,
… dan yang kemudian meninggalkan kita untuk mengurus kedamaian kita sendiri.

Maka marilah kita lebih bijak dalam memilihkan pemimpin bagi kedamaian dan kesejahteraan kita bersama.

Marilah kita menjadikan diri kita masing-masing sebagai pemimpin pertama bagi kehidupan kita.

………..

Adik-adik saya yang kemudaannya menjanjikan kebesaran dari perannya bagi kebaikan hidup sesama,

Hidangkanlah keindahan hidup dalam sebersih-bersihnya cawan.

Jika cawan yang tersedia - tidak tercuci dengan baik, jadikanlah dua telapak tangan Anda sebagai mangkuk untuk menyajikan nektar manis sari-sari kemuliaan langit kepada saudara-saudara kita yang letih dan haus.

Selalu temukanlah cara untuk mengacung-kibarkan bendera kecil yang Anda bawa, agar mereka yang membutuhkan kejelasan arah - dapat menemukan arah, karena mereka menemukan Anda.

Marilah kita teladankan keyakinan diri, bahwa

Satu-satunya jalan kepemimpinan adalah kebebasan melayani sesama dalam kebaikan.

………..

Sahabat saya yang sama berhaknya dengan siapa pun bagi kesejahteraan dan kebahagiaan,

Saya berharapan baik bahwa catatan sederhana di atas dapat mendampingi kesungguhan Anda untuk menjadikan diri Anda pemulia kehidupan diri dan keluarga Anda terkasih.

Mudah-mudahan Tuhan tidak berlama-lama lagi menangguhkan hadiah-hadiah besar yang sudah pantas bagi kejernihan pikiran Anda, bagi kebeningan hati Anda, dan bagi keindahan perilaku Anda.

Keluarga kita berhak bagi kebanggaan dan kesyukuran karena diberkati dengan anak, saudara, Ibu, dan Ayah seperti kita.

Mudah-mudahan Tuhan menurunkan kekuatan dari sisi-Nya yang mulia, yang menolong kita dalam memajukan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi diri dan keluarga kita tercinta.

Marilah kita bersama membisikkan …

Tuhan ku yang sangat aku sayangi,

Jadikanlah aku kekasih Mu.

Kekasih Mu yang letih ini, membutuhkan penguatan Mu
Kekasih Mu yang terluka ini, membutuhkan perawatan Mu
Kekasih Mu yang terbatasi ini, membutuhkan pembebasan Mu
Kekasih Mu yang kebingungan ini, membutuhkan petunjuk Mu
dan …
Kekasih Mu yang bersedih ini, membutuhkan penggembiraan Mu

Kekasih Mu ini, membutuhkan Mu

Engkau Tuhan ku,
tak ada yang tak kumiliki jika aku memiliki Mu.

Tuhan ku, aku kekasih Mu

Maka kasihilah aku.

Amien …

………..


Sahabat saya yang mulia,

Sampai kita berjumpa nanti ya? Agar kita bisa bertukar pujian dan kesyukuran karena telah diijinkan oleh Tuhan untuk bersaudara dan bersahabat dalam kebaikan.

Selasa, 06 April 2010

Setiap Jiwa adalah Jiwa yang Bernasib Baik

Adik-adik dan anak-anakku yang terkasih, berikut adalah sebuah Super Note yang saya susunkan khusus untuk Anda.

MARIO TEGUH SUPER NOTE -
SETIAP JIWA ADALAH JIWA YANG BERNASIB BAIK.

………..

Sahabat Indonesia yang super,
yang besar harapannya untuk hidup dalam kesejahteraan dan kebahagiaan.

Mudah-mudahan sapa saya dalam Super Note yang sederhana ini mendapati Anda dalam kesehatan dan kedamaian. Dan semoga keindahan kebersamaan Anda dan keluarga selalu berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Penyayang.

Nasib.

Demikian banyak bahasan mengenai nasib, banyak pujian karena nasib, tetapi lebih banyak lagi keluhan yang menyalahkan nasib.

………..

Sahabat saya yang sedang bekerja membuktikan bahwa nasibnya baik,

dan adik-adik dan anak-anakku yang sedang menjadikan dirinya bernasib baik,

Pak Mario mulai ya?

Terimalah ini tanpa keraguan, bahwa

Setiap jiwa adalah jiwa yang bernasib baik.

Seseorang disebut bernasib baik, BUKAN karena dia sudah terlahir cerdas, atau mudah mendapatkan uang, atau terlahirkan di keluarga yang kaya raya, atau yang semuanya sudah tersedia dengan mudah. Bukan itu.

Atau, seorang pemuda tidak bisa disebut bernasib baik, hanya karena dia menikah dengan seorang gadis cantik yang cinta mati kepadanya, anak satu-satunya dari seorang saudagar kaya raya, yang sudah sangat tua. Nasib baik bukanlah ‘hanya’ itu.

Kita disebut bernasib baik karena kita diberikan kewenangan penuh untuk memperbaiki kualitas hidup kita sendiri.

Coba bayangkan, apakah ada nasib yang lebih buruk bagi seseorang, jika apa pun yang dilakukannya TIDAK akan bisa memperbaiki kehidupannya?

Tuhan Maha Penyayang, dan kita diberikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan kita melalui upaya.

Masih ingat formula kita untuk Upaya? Saya ulangi ya?

Upaya = Doa + Tindakan.

Maka berdoalah, dan pastikanlah Anda bekerja keras untuk memantaskan diri mendapatkan yang Anda minta dari Tuhan.

Maka bekerja keraslah, dan pastikan Anda berdoa sebelum bekerja, selama bekerja, sesudah selesai bekerja.

Adik-adik dan anak-anakku yang super,

Dulu, waktu Pak Mario mendapat bea siswa dan bersekolah di sebuah SMA di Chicago, saya agak terheran-heran saat seorang guru memuji saya sebagai ‘a hard working student’, karena dua hal;

yang pertama,
saya belajar dengan lebih sungguh-sungguh, karena saya termasuk siswa yang tidak terlalu mudah mengerti pelajaran, dan karena saya termasuk yang kecerdasannya biasa dan sedang menyesuaikan diri dengan bahasa Inggris dan budaya Amerika,

dan yang kedua,
dalam pengertian saya waktu itu, belajar bukanlah bekerja.

Tetapi, dengan berjalannya waktu, menjadi semakin jelas bagi saya bahwa

Apa pun yang kita lakukan untuk menjadi pribadi yang lebih mampu, adalah pekerjaan.

Dan,

Bekerja keras adalah mendahulukan tindakan yang memperkuat.

Sedangkan,

Malas adalah mendahulukan apa pun yang melemahkan.

………..

Contohnya ya?

Bekerja keras adalah mendahulukan tindakan yang memperkuat.

Seperti,

Mendahulukan bergaul dengan rekan-rekan yang baik, yang jujur, yang rajin, yang patuh kepada orang tua dan guru, dan yang memajukan kegembiraan daripada membesarkan pertengkaran.

Jika Anda menyebut contoh di atas itu ‘pekerjaan mudah’, cobalah periksa besarnya godaan yang mengajak kita untuk menjauhi yang baik itu semua, godaan untuk mendahulukan kemalasan, untuk membolos, untuk ngeluyur dan ngerumpi tanpa guna, atau untuk bertengkar dan berkelahi melawan jiwa-jiwa pelajar lain yang sebetulnya juga sangat membutuhkan kebaikan hidup.

Dan sebaliknya,

Malas adalah mendahulukan apa pun yang melemahkan.

Mohon adik-adik dan anak-anakku yang terkasih, cermati contoh-contoh berikut ini,
apakah ini semua mudah atau sebetulnya ‘bekerja keras’?

Karena malas untuk masuk kelas dan belajar, rekan-rekan saya melemparkan tas mereka melampaui tembok belakang sekolah, bergotong-royong memanjat, melompat, dan melarikan diri ke arah tempat keramaian.

Sebagian berlari dengan mematikan rasa malu karena diperhatikan banyak orang, sebagian lagi lari dengan kekhawatiran besar akan ada yang melihat dan melaporkannya ke orang tua, dan beberapa orang tidak bisa berlari karena harus mencari dengan panik tas mereka yang diambil orang saat mereka lemparkan melampaui tembok.

Kemudian, di tempat-tempat yang bukan sekolah – mereka harus membunuh waktu menunggu waktu pulang, bercanda dan tertawa melalui hati yang tahu bahwa yang mereka lalukan itu salah, lalu pulang dengan hati yang hampa dan wajah yang dijaga seperti sudah berlaku sebagai anak yang baik.

Apakah itu semua bukan ‘bekerja keras’?

Hm … seandainya mereka menggunakan kemampuan untuk bekerja keras itu, sebagai kekuatan untuk mendahulukan yang memperkuat mereka.

Tetapi, tunggu dulu …

Ada suara kecil di sana yang berseru,

Pak Mario, saya tidak bekerja keras khoq!?
Saya bisa tidur seharian tanpa merasa berdosa.
Saya juga tidak berkeringat saat bangun, malah masih sangat lemas, dan merindukan tidur lagi.

Untuk suara itu, ini penjelasannya:

Dibutuhkan seseorang yang keras kemauannya untuk mengorbankan masa depannya, dan menukarkan kesejahteraan masa depannya dengan kenikmatan tidur yang berlebihan hari ini.

Dibutuhkan seseorang yang sangat hebat rasa percaya-diri-nya untuk menjadikan dirinya orang kecil yang minta-minta dikasihani di masa depan, dengan membunuh masa remajanya dengan melakukan hal-hal yang merusak kesehatannya, merusak nama baik diri dan keluarganya, dan menjadikan banyak orang mencatat namanya sebagai nama yang harus dihindari.

Dibutuhkan kekuatan luar biasa untuk memilih menjadi orang tidak baik.

Adik-adik dan anak-anakku yang menjadi tujuan dari semua doa orang tua kalian,

Coba bayangkan ini:

Apakah mudah bagi Pak Mario untuk berbicara kasar dan sombong kepada kalian yang sangat disayangi oleh orang tua kalian - yang adalah saudara dan sahabat yang sangat saya hormati?

Apakah mungkin Pak Mario melakukan hal-hal yang melanggar moral agar kalian kehilangan hormat kepada orang yang lebih tua?

Apakah mungkin bagi Pak Mario untuk berlaku tidak jujur dalam melayani adik-adik dan anak-anakku yang dikasihi Tuhan?

Dengarkan ini ya?

Mudah bagi jiwa yang baik, untuk berlaku baik.

Dan,

Sulit sekali bagi jiwa yang baik, untuk berlaku yang tidak baik.

Sebaliknya,

Mudah bagi jiwa yang bingung, untuk berlaku tidak baik.

Dan,

Sulit sekali bagi jiwa yang belum ikhlas, untuk berlaku baik.

………..

Adik-adik dan anak-anakku yang sangat besar potensi masa depannya.

Siapa pun yang ingin memperbarui nasibnya, harus memperbarui dirinya.

Maka, janganlah mengeluhkan keadaan Anda sekarang, tetapi berlaku seperti Anda ingin hidup selamanya seperti itu.

Jika Anda tidak berbahagia dengan keadaan Anda sekarang, janganlah tersinggung jika orang lain menasehatkan agar Anda mengurangi atau meninggalkan kelakuan yang menjadikan Anda penikmat keadaan yang Anda keluhkan itu.

Janganlah mengeluhkan suatu keadaan, tetapi bersikap seperti mempertahankannya.

Dan jangan ragukan yang ini,

Dia yang mengeluhkan kehidupannya, tetapi tidak bersedia memperbarui dirinya, akan menua lebih cepat dalam kualitas kehidupan yang sama.

Saya sangat menghormati seseorang yang keras kepala, asal kekerasan-kepalanya itu adalah untuk bersungguh-sungguh dalam sikap dan perilaku yang membaikkannya.

Maka,

Keras kepala-lah untuk kebaikan.

Dan saya sangat khawatir melihat anak muda yang sangat penurut kepada teman-temannya yang tidak menghormati orang tua dan mengabaikan pendidikan.

Maka,

Janganlah menjadi penurut kepada yang tidak membaikkan.

………..

Adik-adik dan anak-anakku yang dalam sepuluh tahun ini akan menjadi pribadi-pribadi yang dihargai dan dihormati oleh lingkungannya,

Pak Mario dulu adalah seorang siswa sekolah yang sering mempertanyakan keadilan kehidupan, karena si Mario kecil itu hidupnya sederhana, dan bahkan tidak jarang kekurangan.

Pak Mario sering bersedih, karena membandingkan kekurangannya dengan kelebihan orang lain. Pak Mario lupa memperhatikan bahwa Ibu dan Bapak adalah orang tua yang sangat pengasih dan mengurangi kesenangan mereka agar anak-anak mereka bergembira.

Janganlah menyiksa diri sendiri seperti Pak Mario dulu ya?
Jika kalian gunakan hati baik kalian, akan jelas terlihat bahwa kalian memiliki lebih banyak hal yang membahagiakan – daripada yang menyedihkan.

Tetapi,

Hati yang penyedih akan selalu menemukan alasan untuk bersedih.

Jangan begitu ya?

Bersemangatlah mengenai masa depan kalian.

Karena, semua keadaan yang sedang membatasi kita ini – adalah keadaan sementara.

Tidak ada keadaan yang permanen.

Semuanya berubah.

Jika kita tidak sedang menuju yang baik, kita harus mempertahankan yang baik.

Atau,

Jika kita tidak sedang menuju yang baik, kita pasti sedang menuju yang tidak membahagiakan.

Jika kita sedang tidak mempertahankan yang baik, kita sedang memajukan kelemahan diri.

Ingatlah,

Setiap jiwa bertanggung-jawab atas kebaikan hidupnya sendiri.

Bekerja-keraslah semasa muda untuk menjadi pribadi dewasa yang dihargai tinggi dan dihormati dengan tulus.

Tetap berkhayal-lah, tetapi janganlah menggunakan khayalan Anda untuk melemahkan kerja keras Anda hari ini.

Pantaskanlah Anda bagi penghargaan dan bayaran-bayaran yang tinggi.

Semakin Anda pantas ber-rezeki baik, semakin Anda kurang mengkhayalkan keberuntungan.

Dan yang ini penting ya?, bahwa …

Keberuntungan bukanlah untuk ditemukan, tetapi untuk dibuka.

Semua sikap baik Anda dalam berhubungan dengan orang lain, dan semua pikiran baik Anda dalam bekerja adalah untuk membuka pintu-pintu rahmat di langit, yang akan dikirimkan kepada Anda dalam amplop dan karung yang bertuliskan nama Anda.

Maka indahkanlah nama yang Anda gunakan dalam hubungan Anda dengan sesama, karena keindahan yang Anda isikan kedalam nama itulah yang diperhatikan Tuhan.

………..

So, adik-adik dan anak-anakku yang sangat saya sayangi,

Yuk kita simpulkan ya?

Setiap jiwa adalah jiwa yang bernasib baik.

Karena,

Dia bebas melakukan yang akan menjadikan dirinya sekuat yang dapat diupayakannya, menjadi sebesar yang disungguhinya, dan menjadi setinggi yang dimintakan ijinnya dari Tuhan.

Maka mengapakah kita harus berkecil hati dalam kehidupan yang kebesarannya berada dalam kewenangan kita untuk mengupayakan?

So …, be cool.
Stay with me, walk with me.
Be my friend, be at my side.

I am all yours.

………..

My young friends, … make your parents proud!

Sadarilah, Anda pemilik kehidupan ini yang sebenarnya.
Kami yang tua-tua ini sedang bekerja keras untuk memastikan kalian hidup dalam masa depan yang damai, yang kuat, dan yang besar.

Kami adalah Ibu dan Ayah kalian,

Jika kami ada salah-salahnya dalam membantu kalian, ada tidak-sabar-nya dalam mendidik, atau ada kurang bijak-nya dalam meneladankan kebaikan, … kami mohon maaf ya?

Kami mohon kalian mengerti, bahwa menjadi orang tua itu tidak mudah.

Nanti, jika kalian telah memiliki bayi-bayi kalian sendiri, kalian akan mengetahui dalam first-hand experience bahwa menjadi orang tua yang lebih dewasa daripada anak-anaknya, yang mampu, yang meneladankan kegembiraan dalam kehidupan yang tidak mudah ini, dan yang menasehatkan keberanian untuk menghadapi masa depan yang juga belum tentu jelas bagi kami yang tua ini, … bukanlah pekerjaan yang mudah.

Sayangi Ibu dan Ayah ya?

Kami juga sangat letih, tetapi kalian harus menjadi pribadi-pribadi yang damai dan sejahtera dalam masa depan yang belum tentu sempat kami hadiri nanti.

Kami sendiri tidak lepas dari kekhawatiran dan ketakutan-ketakutan kami sebagai orang tua, tetapi Tuhan menitipkan kalian kedalam pemeliharaan kami, yang masih harus banyak belajar menyesuaikan diri dengan tugas mendampingi pertumbuhan kalian sebagai pembesar masa depan.

Sayangi kami ya?

Mohon kalian nikmati keberadaan kalian dengan kami sekarang, karena kalianlah yang akan hidup lebih lama daripada kami, kalianlah yang akan hidup dalam masa depan yang kami impikan bagi kalian bahkan sebelum kelahiran kalian.

Sayangi kami ya?

Kebahagiaan kami adalah melihat kalian tumbuh dengan gembira, terlengkapi dalam pendidikan kalian, dan maju memasuki kehidupan sebagai pribadi dewasa yang baik dan berharapan besar.

Semua itu kami lakukan dengan penuh kasih, karena kalian lahir melalui kami.

Maka …, dapatkah kami meminta kepada hati baik kalian untuk membantu kami merasa bahwa upaya kami untuk mendampingi pertumbuhan kalian, adalah sebuah upaya yang indah?

Sayangi kami ya?

………..

Sahabat saya yang muda dan yang indah kebesaran masa depannya,

Orang tua adalah wakil Tuhan dalam kehidupan kita.

Muliakanlah orang tua Anda, karena …

Tidak ada orang yang memuliakan orang tuanya, yang tidak dimuliakan kehidupannya.

Hadiahkanlah hati terlembut Anda bagi Ibu dan Ayah.

Kemudian lihatlah bagaimana sinar surga berpendar dari wajah-wajah terkasih, yang guratan-guratan ketuaannya sebagian adalah karena kesulitan dalam mendidik kita.

Ibu dan Ayah Anda bukanlah orang biasa, jika tidak - mengapakah mereka dipilih Tuhan untuk menghadirkan Anda dalam kehidupan ini.

Hormati dan sayangilah Ibu dan Ayah, … lalu perhatikan apa yang terjadi.

………..

So, this is Sunday night, …
and tomorrow we shall meet the world again in better lights!

Mudah-mudahan minggu yang baru ini menyambut Anda semua dengan kebaikan, kemudahan, dan kekuatan yang mendekatkan Anda kepada impian-impian hati Anda.

Sampai kita bertemu dan berjabat-tangan nanti ya?

Jumat, 02 April 2010

Apakah Engkau Hanya Bertanya?

Mario Teguh Super Note




Sahabat saya yang sama berhak-nya untuk berbahagia,
sama dengan siapa pun yang telah mencapai kecemerlangan karir dan kehidupan pribadinya,

Tugas saya sebagai yang lebih tua – bagi yang lebih muda, adalah menjadi pendamping dalam upaya mereka untuk mendamaikan hati, dan membantu mereka menemukan logika yang menyederhanakan perjalanan naik mereka.

Dan dalam pekerjaan seperti itu saya dihadapkan kepada ribuan pertanyaan dari jiwa-jiwa super yang agresif mengajukan dirinya untuk menjadi pemimpin dan pembesar dalam kehidupan ini.

Sebagian besar dari pertanyaan itu adalah pertanyaan yang menyemangati saya, karena saya yakin bahwa yang bertanya akan menggunakan mempertimbangkan jawaban yang saya tawarkan, dan bahkan akan menggunakannya dalam pekerjaan dan kehidupan yang sebenarnya.

Tetapi, tidak sedikit dari mereka yang bertanya, … hanya bertanya.

Jawaban apa pun yang saya susunkan, bahkan mungkin yang terbaik, … akan selalu mereka ‘jawab’ dengan pertanyaan lagi; seperti:

Tapi khan itu nggak mudah?
Tapi khan itu hanya teori, prakteknya gimana dong?
Kalau gagal bagaimana?
Apa jaminannya bahwa itu pasti berhasil?
Tapi khan itu butuh waktu?
Apa nggak jadi harus kerja keras tuh Pak?

Tetapi saya tetap berusaha melebihkan penghormatan kepada adik-adik saya yang ingin-nya hanya yang mudah-mudah itu, dan saya sampaikan bahwa mereka-lah yang harus melakukan anjuran-anjuran tersebut, mereka-lah yang harus bekerja untuk memberhasilkan diri mereka sendiri.

Tetapi, mereka akan bertanya lagi ...

Apa Pak Mario sudah membuktikan sendiri nasehat-nasehat ini?
Pak Mario sih enak, khan anak orang kaya?!
Kalau mulai-nya seperti saya yang susah ini, bagaimana?
(tanpa mengetahui bahwa saya memulai karir dari tingkat kehidupan yang sangat kekurangan).

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Karena saya sudah tua dan veteran dalam pelayanan penasehatan seperti ini, saya tidak mudah dikecewakan atau digusarkan oleh kelemahan sikap sebagian adik kita seperti di atas.

Saya akan selalu bersabar menanti saat datangnya kesadaran bagi mereka, bahwa

Keberhasilan adalah tanggung jawab pribadi.

Dan bahwa,

Kita harus memberhasilkan diri kita sendiri.

Dan sebetulnya, orang lain terlalu sibuk dan tegang dengan urusan keberhasilan mereka sendiri, dan sulit untuk betul-betul perduli dan menyisihkan waktu untuk memastikan bahwa kita juga berhasil.

Seperti,

Sebuah jalan yang menghubungkan kota Anda dengan kota tujuan Anda, hanya berbaring bisu di sana, dan tidak pernah bertanya apakah Anda akan menjalaninya untuk sampai di kota tujuan itu, atau apakah Anda akan pernah betul-betul berangkat.

Sebuah jalan hanyalah sebuah jalan. Agar sampai, kitalah yang harus berjalan dengan bijak di dalamnya.

Maka marilah kita sadari, bahkan jika telah jelas jalan menuju keberhasilan hidup, kita-lah yang harus menegakkan badan, melangkah, bekerja keras, dan maju dengan hati yang baik - untuk memastikan kita sampai ke keadaan-keadaan yang kita sebut sebagai kesejahteraan dan kebahagiaan itu.

Jika kita ingin sejahtera, kita-lah yang harus menyejahterakan diri kita sendiri.

Jangan salahkan orang lain yang (kita tuduh) tidak bertanggung-jawab atas besarnya dan pastinya pendapatan kita.

Jika kita ingin berbahagia, kita-lah yang harus membahagiakan diri kita sendiri.

Jangan salahkan orang lain yang (kita putuskan) tidak peka terhadap kebutuhan kita untuk merasa damai dan bersyukur.

Jika kita ingin hidup dengan baik, kita-lah yang harus membaikkan kehidupan kita sendiri.

Jangan salahkan orang lain yang (memang banyak sekali, dan tak merasa berdosa) mempromosikan kemungkaran dan menyediakan fasilitas bagi penggersangan hati.

………..

Sahabat saya yang jernih pikirannya,

Tidak ada orang yang kurang bertanggung-jawab, bisa hidup dalam kedamaian dan kelengkapan.

Karena,

Besarnya tanggung-jawab menentukan besarnya kepantasan.

Padahal,

Ada kepantasan bagi segala sesuatu.

Dan,

Kepantasan mendahului pencapaian apa pun.

Atau, dalam uraian yang lebih rinci:

Besarnya tanggung-jawab menentukan besarnya kepantasan.
Orang yang bersedia bertanggung-jawab untuk memimpin pekerjaan yang besar – untuk mencapai hasil yang besar, akan menjadi pembesar.

Sedangkan,

Orang yang maunya berangkat selambat mungkin, pulang sepagi mungkin tapi sampai di rumah semalam mungkin, istirahat sebelum capai, bergembira menghindari pekerjaan, jujur hanya jika diawasi, mengeluh tak putus-putus, menuntut orang untuk berubah tetapi tersinggung jika dianjurkan untuk berubah, … untuk jiwa yang belum ikhlas seperti ini, hampir tidak ada orang yang tahu – dia ini pantasnya untuk apa.

Ada kepantasan bagi segala sesuatu.
Yang pantas menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin.
Seperti juga, yang pantas menjadi kaya, akan menjadi kaya.

Atau,

Kemalasan adalah kepantasan bagi hidup yang lemah.

Atau yang indah sekali …,

Dia yang hidup di dunia dengan budi pekerti para penghuni surga, akan dimuliakan di surga.

Dan,

Kepantasan mendahului pencapaian apa pun.
Sehingga, orang harus lebih dulu pantas menjadi murid dan mahasiswa yang berhasil, karena bersungguh-sungguh bersekolah dan kuliah - sebelum dia berhasil lulus sekolah atau kuliah.

Karena, banyak murid yang malas bersekolah, atau mahasiswa yang menghindari kuliah, … yang saat ini yang sedang stress – karena menginginkan yang sebetulnya pantas bagi yang lebih bersungguh-sungguh.

Sehingga,

Orang yang malas, suka menunda, banyak alasan, peragu, pengkhayal tapi penakut, suka membantah tapi pengeluh, dan ahli ngeles – sebetulnya sedang memantaskan dirinya untuk tidak diijinkan masuk, tidak dibayar tinggi, tidak dihargai, dan di-nomor-akhirkan.

Nah lho?

Jadi bagaimana dong deh?

Lha iya itu?

………..


Sahabat saya yang ramah hatinya bagi kebaikan hidupnya,

Ini saya sertakan bait-bait kecil yang bisa Anda bacakan untuk adik-adik kita yang masih muda dan yang tidak mendamaikan diri untuk berhenti bertanya, dan mulai berupaya mengerti.

………..

Adikku yang kebesarannya sedang dinantikan oleh masa depan,

Apakah engkau hanya bertanya?

Telah kudengar ribuan pertanyaan mu
yang terlahir dari hati mu yang gundah dan kelu
yang dikuatkan oleh kaburnya pandangan mu
mengenai masa depan mu
yang terinjak oleh kecepatan naik orang lain
dan tercubit oleh kelemahan dan kekurangan mu
yang seperti tak dirasakan orang lain.

Tetapi ini yang aku katakan kepada mu
bahwa jawaban pertama bagi pertanyaan mu
adalah kesediaan mu untuk menemukan jawaban.

Tak akan ada orang yang bisa menjawab mu
jika engkau tak berhenti bertanya, dan mulai
membuka hati, mata, dan telinga mu.

Berhentilah hanya bertanya
mulailah berkeringat berupaya
menemukan semua jawaban pertanyaan hati mu
yang telah menunggu menemukan mu
jika engkau berhenti bertanya
dan mulai berupaya.

Janganlah engkau hanya bertanya.

………..

Sahabat Indonesia yang hatinya tegas berpihak kepada kebaikan hidupnya,

Begitu dulu ya?

Hari ini Ibu Linna, Marco, dan saya akan berangkat ke Jeddah, untuk kemudian terbang ke tanah air bersama para jemaah Umroh, dan segera membuka bungkusan-bungkusan hadiah dari Tuhan,
yang mudah-mudahan diijinkan berpendar melalui hati, pikiran, dan tindakan kami dalam mensaudarakan dan mensahabatkan diri kami kepada setiap jiwa yang kami layani di Indonesia dan di dunia.

Dalam doa-doa kami hari ini di Masjid Al Haram, kami pastikan bahwa doa dan harapan Anda – akan kami lafalkan di hadapan Ka’bah, agar pintu-pintu rahmat dibukakan bagi kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemuliaan Anda dan keluarga terkasih.

Dan semua doa yang terlantunkan dari hati, dari bibir, wajah, air mata, dan dari tengadah tangan kami, kami mohonkan jawabannya untuk setiap jiwa yang mengenal kami dan yang kami kenal, tanpa perbedaan dan tanpa pengecualian.

Dan tak putus-putusnya doa kami bagi kedamaian dan kesejahteraan kehidupan kita sebagai bangsa yang baik.

Tuhan mencintai setiap jiwa, maka kami mendoakan bagi kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemuliaan bagi setiap jiwa.

Kehidupan adalah milik Tuhan.
Maka siapa pun yang hidup, memiliki hubungan yang mulia dengan Tuhan.

Maka marilah kita memuliakan satu sama lain.

Sampai kita bertemu dan berjabat-tangan nanti ya?

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda tercinta.

Loving you all as always,

Kamis, 01 April 2010

Gondelan Klambine Kanjeng Nabi

Shalawat Tarhim


Ash-shalâtu was-salâmu alâyk
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu alâyk
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh
Ash-shalâtu was-salâmu alâyk
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh
Ash-shalâtu was-salâmu alâyk
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu
Wa ilal muntahâ rufit'a karîman
Wa ilal muntahâ rufi'ta karîman wa sami'tan nidâ alaykas salâm
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh
Shallallâhu alayka wa alâ âlika wa ashhâbika ajma'în


Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik
Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi
Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu dan engkau menjadi imam
Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemulianmu
dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah
Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Bingung itu baik

merasa bingung itu baik,

Jika kemudian Anda menggunakan kekuatan dari kebingungan Anda, untuk menindak-lanjuti-nya dengan mengamati yang dilakukan oleh orang lain, mencari tahu, bertanya, menyusun rencana, memulai, dan membuka diri terhadap bantuan orang lain.

Hal pertama yang sangat penting untuk memulai usaha – atau apapun, adalah MULAI.

Mohon Anda perhatikan, berapa banyak di antara karyawan yang telah seribu kali memutuskan untuk memberanikan diri - untuk mengundurkan diri dan memulai usaha yang mereka yakini itu; tetapi, yang telah seribu kali juga – memutuskan untuk menunda atau menggagalkan rencana mereka sendiri.

Mohon Anda diperhatikan masukan ini: jangan-lah berwiraswasta hanya karena mau mencari uang, karena kalau hanya untuk mencari uang – dengan menjadi pegawai pun bisa. Tetapi, putuskanlah untuk berwiraswasta karena Anda ingin mengenali dan membuktikan potensi keberhasilan bagi diri Anda sendiri.

Carilah hal-hal yang Anda sukai, untuk memulai sebuah usaha, mulailah dengan mencari sesuatu yang membuat Anda bangun pagi sekali karena ingin melakukannya, yang membuat Anda lupa bahwa Anda bisa lelah, yang membuat Anda lupa bahwa tidur itu perlu, dan membuat Anda kadang lupa makan karena ketertarikan yang demikian kuat untuk mengerjakannya.

Ketahuilah bahwa semua keberhasilan usaha yang hebat dimulai dari kecintaan pendirinya kepada usaha yang dijalaninya. Kecintaan itu akan menghasilkan komitmen yang tidak lapuk oleh sulitnya business start-up.Bila yang Anda kerjakan adalah sesuatu yang sangat Anda cintai – maka keberhasilan mudah datang kepada Anda.


Apapun jenis usaha yang akan Anda pilih, Anda harus berketetapan penuh untuk menjalaninya. Kemudian pastikanlah bahwa jenis usaha tersebut ada pembelinya, jumlah pembeliannya cukup besar untuk memberikan keuntungan yang baik bagi upaya Anda, dan memiliki potensi pertumbuhan penjualan yang baik.

Pastikanlah bahwa bisnis Anda menjual produk atau layanan yang banyak dibeli orang, sesuatu yang diinginkan pasar tapi belum diketahui keberadaannya, atau menyusun ulang ide yang laku atau yang pernah laku - untuk menjadi sesuatu yang tampilannya baru dan yang diminta pasar.

Pastikanlah bahwa bisnis Anda menjual produk atau layanan yang banyak dibeli orang, sesuatu yang diinginkan pasar tapi belum diketahui keberadaannya, atau menyusun ulang ide yang laku atau yang pernah laku - untuk menjadi sesuatu yang tampilannya baru dan yang diminta pasar.

Mulai Saja...Bismillah...

Kita harus meyakini bahwa uang bukanlah satu-satunya modal untuk memulai dan menjamin keberhasilan sebuah usaha, karena pada faktanya banyak orang yang memiliki uang dalam jumlah besar mereka gagal juga dalam usahanya.

Betapa sering kita tidak memulai sesuatu karena kita belum memiliki cukup uang untuk itu, padahal untuk memulai tidak dibutuhkan uang itu ? Kemudian bila semua halangan yang mungkin terjadi harus disingkirkan lebih dahulu, maka kapankah kita bisa mulai ?

Mohon diperhatikan, bagi setiap kita yang berawal dari seorang pegawai/karyawan lalu ingin menjadi seorang pengusaha, yang harus dikenali sebelum kita merubah apapun adalah: mental pegawai itu seperti apa ? mental pegawai itu biasanya sangat hitung-hitungan. Kalau tidak dibayar tidak bekerja. Kalau tidak dapat uang lembur tidak lembur. Kalau tidak diharuskan datang pagi tidak datang pagi. Itu pegawai. Sedangkan pemilik usaha atau pengusaha tidak mempunyai kontrol seperti itu lagi. Memang dia bangun pagi untuk sesuatu yang disukainya, dia bekerja karena memang harus bekerja, dia menyenangi pekerjaannya sehingga tidak harus disuruh oleh siapapun. Nah, apabila ada orang bekerja dengan semangat seperti itu, dia memiliki potensi yang lebih baik untuk berhasil sebagai usahawan.

So, mulailah dari ide yang kecil, yang biasa. Percayalah bahwa tindakan sekecil apapun akan menciptakan kesempatan untuk tindakan-tindakan selanjutnya, yang akan membuat kita asyik untuk menyadari bahwa sebetulnya kita telah berada dalam sebuah proses yang mengarah kepada sesuatu yang penting.

Memang sudah pasti bahwa langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan akan membutuhkan waktu. Tetapi melakukan atau tidak, memulai atau menunda, kedua-duanya menggunakan waktu, tetapi hanya satu yang memiliki kesempatan untuk berhasil. Pertanyaan-nya,mengapa tidak Anda mulai sekarang ?

Kendaraan menuju keberhasilan adalah kerja keras. Mereka yang menolak untuk bekerja keras, karena telah menemukan konsep bekerja cerdas - masih akan tetap diharuskan untuk bekerja keras dalam kecerdasannya. Lalu kerja keras itu membutuhkan tenaga untuk bergerak maju, dan itu yang kita sebut kesungguhan. Hanya memiliki semangat saja tidaklah cukup, karena kesungguhan adalah pembuktian dalam tindakan dari sebuah ketertarikan yang kuat untuk berhasil. Sedangkan yang kita sebut semangat, adalah sebetulnya kepingan-kepingan bara kemauan yang kita sisipkan pada setiap celah dalam kerja keras kita, untuk mencegah masuknya perasaan-perasaan lemah dan ketertarikan-ketertarikan yang menjauhkan.
Perhatikanlah mereka yang telah berhasil disekitar kita dan perhatikanlah bahwa keberhasilan mereka datang dari : ide-ide biasa yang mereka lakukan dengan cara-cara yang baiknya tidak biasa.

Sebagai contoh, mulailah Anda dengan sebuah urutan pikir dan tindak seperti berikut :
1. Temukanlah sebuah ide biasa yang paling menyediakan kemungkinan pembelian dari pelanggan. Pembelian yang besar dan berkelanjutan.
2. Pastikanlah bahwa Anda minimal menyenangi ide itu.
3. Pelajarilah cara-cara mereka yang telah berhasil.
4. Pelajarilah ketidakpuasan pelanggan mereka atas cara-cara terbaik yang sudah ada sekarang.
5. Lakukanlah sesuatu yang sedrhana dengan cara terbaik yang telah Anda pelajari.
6. Nikmati prosesnya. Perhatikanlah bagaimana kesempatan-kesempatan kecil mulai mengalir.
7. Dan mereka mengalir dengan pasti menuju kepada kesempatan-kesempatan kecil berikutnya, yang agregatnya menjadi sangat besar.
8. Pastikalah bahwa Anda tetap sadar bahwa yang membatasi pertumbuhan kita, Anda dan terutama saya, adalah cara-cara yang kita gunakan.

awalan adalah bagian terpenting dari sebuah pekerjaan. Nasehat Plato untuk memberikan perhatian yang utama pada mulainya sebuah pekerjaan, masih tetap berlaku untuk kita hari ini; terutama untuk sebagian dari kita yang telah mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk mencapai kualitas hidup yang lebih bernilai, tetapi yang masih tidak memulai. Bagaimana mungkin Anda mengetahui dengan pasti apa yang bisa Anda lakukan, bila Anda tidak memulai ? Apakah Anda menunda untuk memulai sesuatu karena modal yang Anda butuhkan untuk memulai belum tersedia; padahal – pikirkanlah dengan baik,…. Pada saat Anda betul-betul memulai, modal itu belum Anda butuhkan ?

Selasa, 30 Maret 2010

YANG MEMBAIKKAN KEHIDUPAN

Sahabat Indonesia yang super,

yang sedang meneliti keefektifan dari cara-cara hidupnya, agar tercapai impian-impian kehidupannya sesegera mungkin.

Tidak ada cara yang tepat untuk orang yang tidak baik cara-caranya.

Tetapi di tangan yang bersungguh-sungguh, alat-alat yang bersahaja akan menghasilkan keindahan yang mengejutkan.

Mudah-mudahan sapa saya dari Mekkah di malam ini, mendapati Anda dalam kedamaian dan kesyukuran karena diberikan kewenangan yang utuh untuk menjadikan kehidupan ini seindah kesungguhan dan kualitas dari upaya Anda.

Mudah-mudahan adik-adik dan anak-anak kita yang terkasih diberikan ketenangan dan kecemerlangan dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional yang sedang mereka lalui saat ini, dan lulus dengan baik, agar mereka dapat memasuki tahap-tahap pendewasaan berikutnya dengan penuh ketegasan.

Saya harus memohon maaf karena tidak menyapa para sahabat dalam beberapa hari terakhir, karena kami terlibat aktif dalam prosesi ibadah Umroh bersama para sahabat di Medinah dan Mekkah, dan baru malam ini saya lebih terbebaskan.

Berikut adalah Super Note sederhana yang saya susunkan dari butir-butir pikiran yang muncul dalam pembicaraan-pembicaraan coaching bersama para jemaah Umroh di Medinah dan Mekkah.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

………..

MARIO TEGUH SUPER NOTE
YANG MEMBAIKKAN KEHIDUPAN

………..



Sahabat saya yang keberadaannya menjadi alamat dari doa-doa terbaik saya di tanah yang suci ini,

Marilah kita mulai perbincangan kita malam ini dengan pikiran sederhana berikut ini, bahwa:

Masalah yang terjadi karena kurangnya tindakan, hanya bisa diperbaiki dengan tindakan.

Jika kita telah melebihkan doa tetapi kurang bertindak, kita harus melebihkan tindakan, tanpa mengurangi doa.

Maka,

Janganlah kita hanya berdoa, tetapi tidak melakukan sesuatu yang menjadi sebab terjawabnya doa.

Sebuah upaya belumlah lengkap, jika hanya berisi doa untuk diringankannya beban, tanpa diikuti dengan tindakan pasti dan tegas untuk menjadikan kita lebih kuat daripada beban kita sekarang.

Karena,

Bukan besarnya beban yang menyiksa kita, tetapi kecilnya kemampuan.

Itu sebabnya,

Keluhan yang disebabkan oleh besarnya beban, adalah pemberitahuan untuk memperkuat diri.

Maka berketetapanlah untuk menjadikan diri lebih kuat daripada beban-beban kita sekarang, karena beban kehidupan hanya akan membesar.

Dan marilah kita bersikap ekstra hati-hati, jika sebagian besar dari isi doa kita adalah keluhan dan permintaan yang disemangati oleh rendahnya kemampuan.

Marilah kita ingat, bahwa

Upaya = Doa + Tindakan

Maka, segera setelah kita berdoa, marilah kita melibatkan diri dalam pergaulan dan pekerjaan yang menjadikan kehadiran kita berguna.

Karena,

Jika seseorang hadir tidak untuk menambahkan nilai, untuk apakah dia hadir?

Dan siapa pun yang kehadirannya menyebabkan perubahan yang baik, akan dimuliakan oleh lingkungannya.

Dan dia yang kehadiran dalam hari-harinya menjadi pendamai hati, menjadi pelurus pikiran, dan menjadi peneladan indahnya tindakan, akan menerima peran dari langit sebagai rahmat bagi sesamanya.

Dan itulah tujuan dari agama, yaitu
menjadikan kita rahmat bagi semua jiwa yang hadir dalam kehidupan kita dan dalam kehidupan para penerus kita.

………..

Sahabat saya yang sedang bekerja keras agar hanya kebaikan yang menjadi pengisi kehidupannya,

Agama adalah pembaik.

Maka siapa pun yang mengeluhkan kualitas hidupnya, harus mengembalikan agamanya sebagaimana agamanya – seharusnya.

Agama adalah pembaik.

Jika seseorang telah beragama, tetapi belum sampai pada kehidupan yang damai dan sejahtera, itu pasti karena ada bagian-bagian dari pembentuk agamanya yang belum diberdayakannya.

Agama adalah pembaik.

Maka tidak ada satu jiwa pun yang tidak baik hidupnya, jika dia memerankan agamanya dengan seutuhnya dalam kehidupannya.

Dan yang mencapai tingkat-tingkat yang tinggi dari kita, adalah dia yang memerankan dirinya dalam penegakan agamanya.

Karena,

Siapa pun yang menolong agamanya, tidak akan dibiarkan hidup tanpa pertolongan.

Dan salah satu cara yang cantik untuk menolong agama, adalah membuktikan bahwa agama kita membaikkan kehidupan bagi diri sendiri dan bagi sesama.

Maka marilah kita lebih berhati-hati dalam mengunggulkan yang kita yakini, jika cara-cara hidup kita tidak membuktikan nilai dari yang kita yakini.

Agama adalah pembaik.

Dan seperti semua alat, keefektifannya ditentukan oleh ketepatan dari penggunaannya.

Dan seperti semua jalan, keselamatan kita di jalan itu ditentukan oleh kebijakan kita dalam menjalaninya.

Maka siapa pun yang telah beragama, tidak boleh mempertanyakan ketepatan dari agamanya, saat mencari alasan bagi kelemahan dan kelambanan hidupnya, tetapi mencermatkan perhatian kepada keindahan cara-caranya dalam memerankan agama dalam kehidupannya.

Dan karena agama adalah pembaik, maka jiwa-jiwa yang hidup setulusnya dalam kebaikan akan melihat agama sebagai kehidupan yang sebenarnya.

Maka, sempurnalah agama kita bagi kita, saat kita ikhlas menerima, bahwa

Agama adalah kehidupan, dan kehidupan adalah agama.

Tuhan telah menyempurnakan agama kita bagi kita, tetapi kitalah yang harus menyempurnakannya dalam kehidupan kita masing-masing.

Dan,

Jiwa yang menyempurnakan agamanya, menyempurnakan kehidupannya.

………..

Sahabat saya yang super,
yang baik hatinya,
yang besar impiannya,
dan yang sama haknya untuk hidup sejahtera dan berbahagia,

begitu dulu ya?

Kita teruskan bahasan kita nanti, dalam Super Note berikutnya.

Kita mungkin belum pernah bertemu atau bertegur-sapa, atau belum saling berjabat-tangan, tetapi karena kita bersaudara dan bersahabat – maka sudah lengkaplah tugas saya dan para sahabat di Mekkah untuk meneruskan doa dan harapan Anda di Tanah Suci ini.

Kami memohonkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, untuk mendamaikan dan membahagiakan Anda dan keluarga terkasih.

Kami memohonkan kepada Tuhan Yang Maha Kaya, untuk memperkaya dan memperkasakan kehidupan Anda dan keluarga terkasih.

Kami memohonkan kepada Tuhan Yang Maha Penyayang untuk membukakan pintu-pintu rahmat bagi Anda dan keluarga terkasih.

Dan bagi Anda yang merindukan perjamuan yang indah dan nikmat yang dihamparkan bagi tamu-tamu kehormatan Tuhan di Tanah Suci, kami mendoakan agar Tuhan Yang Maha Menyegerakan mengundang Anda, memampukan Anda, dan menghadirkan Anda di sini.

Dan bagi kita semua tanpa pengecualian, kami mendoakan agar Tuhan memelihara keindahan dari persaudaraan dan persahabatan kita di ruang keluarga besar MTSC yang ramah dan saling memuliakan ini, dan melimpahi kehidupan kita dengan dunia yang tersambung indah dengan surga.

Sampai kita bertemu dan berjabat-tangan nanti ya?

Duh …, seandainya kita bisa duduk-duduk mengobrol bersama dan bergelimang dalam berbagi keindahan mutiara-mutiara pelajaran, yang dicurahkan oleh Tuhan dalam perjalanan ibadah yang penuh keharuan ini.

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Loving you all as always,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta


Data Foto

Gambar panorama dari Masjid Al Haram, Mekkah

Dari kamera saku 10.5 mega pixel,
yang saya proses dengan sederhana dalam Photoshop,
kualitas hasil atas ijin Tuhan.

Kamis, 25 Maret 2010

I work to be the best at what I do

Sahabat Indonesia yang hatinya baik,

yang sedang bekerja keras membangun kehidupan yang keindahannya sudah ada dalam impian-impiannya.

Mudah-mudahan sapa saya di hari Kamis siang ini menjumpai Anda dalam kedamaian dan kesehatan yang mendasari kesungguhan Anda untuk menjadi yang terbaik dalam yang Anda lakukan.

Sekedar informasi,

45% dari 943,112 Super Fans di Facebook Mario Teguh hari ini, atau sekitar 424,400 Super Fans berusia antara 13 – 24 tahun!

Hampir setengah juta pembaca Super Note ini adalah anak-anak dan adik-adik saya yang masa depannya sangat cemerlang!

Untuk adik-adik dan anak-anak saya yang terkasih, ini pesan Pak Mario ya?

Janganlah merasa tertekan karena Anda harus menjadi pribadi yang kaya, berpangkat tinggi, dan ternama.

Itu bukan tujuan yang mendamaikan hati.

Padahal, kedamaian adalah suasana hati yang terbaik bagi pengembangan semua kualitas adik-adik dan anak-anakku.

Selalu ada jalan baik untuk mencapai kebaikan.

Sekarang,

Mau tahu bagaimana Pak Mario dulu belajar dan bekerja untuk membangun karir dan kehidupan Pak Mario sampai sekarang ini?

Ini rahasianya, dalam tiga langkah (bijak mode – on):

1. I never work for the numbers.

2. I work to be the best at what I do.

3. Then, the best numbers come in.

Pak Mario dari dulu sampai sekarang, tidak pernah belajar untuk menjadi juara satu, dan tidak pernah bekerja untuk mencari uang.

Pak Mario belajar untuk menjadi paling mengerti di bidang yang Pak Mario pelajari, atau Pak Mario menjadi yang terbaik dalam mengerjakan yang Pak Mario kerjakan.

Pak Mario tidak pernah belajar atau bekerja untuk mengalahkan orang lain.

Pak Mario belajar dan bekerja untuk menjadi lebih baik daripada Pak Mario kemarin.

Setelah itu, eh ternyata …, angka-angka yang terbaik datang.

Pak Mario kadang-kadang juara di kelas.
Tapi nggak selalu sih ya?, khan kita harus kasih kesempatan untuk yang lain juara juga. Khan nggak keren kalau kita juara terus?!

Karena tidak sibuk cari uang, tapi sibuk jadi yang terbaik dalam pekerjaan, Pak Mario diberi pangkat lumayan tinggi waktu muda; umur 33 tahun sudah Vice President, umur 38 tahun Pak Mario mengundurkan diri dari jabatan di Bank untuk berwiraswasta, jadi konsultan dan pembicara publik.

Sebagai pebisnis mandiri yang modalnya adalah:
kesungguhan untuk menjadikan diri dan yang Pak Mario lakukan sebagai keuntungan bagi mereka yang Pak Mario layani,
awalnya susah sekali (sebetulnya: amat sangat super susah sekali),
tapi remember the first rule:
I never work for the numbers,
and the second rule:
I work to be the best at what I do.

Eh …! tahu-tahu sudah bisa punya rumah, tahu-tahu sudah dikasih dua anak lucu-lucu oleh Ibu Linna, bisa liburan ke sana ke sini, menulis di koran, ada di radio, dan eh! tahu-tahu sudah ada di TV, dan eh! Facebook Fans sudah hampir satu juta!, dan eh! ke mana-mana ada teman yang menyapa Salam Zhupper ... Pak Mario!

Believe me,

Jika kita berfokus pada yang penting, tahu-tahu kehidupan ini damai dan utuh.

Tapi, kalau soal uang, sampai sekarang Pak Mario masih tetap tidak punya.
Jangankan uang, dompet saja Pak Mario tidak punya. Karena, semua uang dan harta keluarga dipegang dan diurus Ibu Linna.

Pak Mario memang percayakan semua kepada Ibu Linna, karena Pak Mario ingin tetap bekerja dengan Rule No. 1, dan karena Pak Mario sangat mempercayai Ibu Linna, dan dia menjaga kepercayaan itu dengan sangat baik.

Pak Mario pilih Ibu Linna untuk menjadi Ibu dari anak-anak Pak Mario, untuk menjadi boss keluarga, dan menjadi sahabat dan kekasih Pak Mario – karena orangnya baik, jujur, sayang anak dan suami, pandai (dia MBA di Amerika umur 22 tahun), dan cantik (itu bonus, tapi tidak mutlak, meskipun penting, … kalau bisa sih ya?)

Dan yang ini sedikit diketahui oleh orang, Ibu Linna adalah senjata rahasia Pak Mario.

Ibu Linna yang memastikan Pak Mario tampil dengan pakaian dan posture yang baik di publik, dia yang menjaga kesehatan dan kesegaran Pak Mario, dia yang menasehati Pak Mario mengenai bahasa dan selera bicara Pak Mario, dia yang mengharuskan orang lain berlaku hormat kepada Pak Mario, dia yang mengingatkan saya kalau saya lupa bahwa saya Mario Teguh.

Bagaimana mungkin Pak Mario tidak menyayangi dan menghormati Ibu Linna? Hidupnya adalah untuk kebaikan suami dan anak-anaknya.

Bila adik-adik dan anak-anakku nanti memikirkan pacar atau pasangan hidup, pastikan kalian memillih pria atau wanita yang akan menghebatkan diri kalian. Dengannya, kalian akan saling menghebatkan.

Khan kalian sudah tahu, pasangan hidup yang tidak di-recommend oleh Pak Mario?

Dan yang ini jangan di-argue:

Wanita-wanita yang baik adalah untuk pria-pria yang baik.
Dan sebaliknya, pria-pria yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik.

...........

So, adik-adik dan anak-anaku yang sangat Pak Mario sayangi,

Kehidupan ini indah.

Jangan hanya mengeluhkan keharusan-keharusan yang harus kalian penuhi sekarang, yang rasanya tidak enak dan merampas kebebasan itu.

Semua keharusan di masa muda, adalah yang membebaskan di masa dewasa dan tua.

Pak Mario waktu masih anak-anak dan muda dulu (kira-kira tahun lalu ya?) bukanlah murid yang paling cerdas, bukan yang paling rajin, dan bukannya tanpa keluhan.

Tetapi, Pak Mario untungnya masih menghormati orang tua dan para guru.
Jaman itu saja, Pak Mario sudah dicemooh teman-teman sebagai kuno, karena lebih menuruti anjuran baik, daripada mbolos dan main meninggalkan pelajaran.

Tetapi itulah yang membuat Pak Mario punya ijazah dan pendidikan yang menjadi tiket masuk untuk bekerja. Teman-teman Pak Mario yang nakal dan bandel itu dulu, banyak yang sekarang sudah jadi kakek-kakek yang penuh penyesalan. Kasihan sih ya? Tapi itu pilihan mereka saat masih muda dulu.

Pada akhirnya, setiap orang harus bertanggung-jawab atas dirinya masing-masing.

Kalau adik-adik dan anak-anakku termasuk yang sulit mempercayai orang yang lebih tua, jangan tidak percayai Pak Mario mengenai hal yang ini ya?

Yang menelantarkan masa muda, akan menjadi orang tua yang ditelantarkan oleh kehidupan.

Kalau kepastian itu dijadikan taruhan, taruhannya adalah kehidupan, yang pasti kalah!

Trust me.

Guys, I love you. Very few things are truer than this.

………..

Adik-adik dan anak-anakku yang baik hatinya,

Kalian adalah pembesar masa depan.

Jangan pernah melihat diri Anda sendiri dengan pandangan yang tidak sesuai bagi pribadi seterhormat Anda.

Jangan lihat diri Anda sekarang sebagaimana adanya.
Lihatlah diri Anda sebagaimana bisa jadinya.

Kalian adalah permata dan mutiara kebanggaan orang tua kalian, yang menjadi tujuan dari semua doa dan harapan Ayah dan Bunda.

Jika suatu hari nanti kalian menjadi pribadi-pribadi besar yang bernilai bagi kehidupan bangsa, sadarkah kalian bahwa rahim Ibunda telah digunakan oleh Tuhan untuk menjadi tempat pembentukan kalian, untuk menjadi bayi lucu yang sehat dan kuat kemauannya itu?

Sayangilah Ibunda dan Ayahanda. Mereka adalah saudara dan sahabat Pak Mario, yang sangat Pak Mario hormati dan sayangi.

Kalau kalian mendengar dan melihat Pak Mario berbicara, atau menulis dengan bahasa yang penuh hormat kepada Ibunda dan Ayahanda kalian, apakah kalian bisa sedikit meniru cara bicara Pak Mario - saat kalian berbicara dengan Bunda dan Ayah?

Pak Mario minta kalian mencoba ya?

Cobalah berbicara penuh kasih dan hormat kepada Bunda dan Ayah, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Kalian akan melihat dengan nyata, bagaimana Tuhan akan memberikan hal-hal baik kepada kalian, bahkan yang kalian lupa minta.

Nanti, kalau sempat membebaskan diri dari orang banyak, berbicaralah dekat-dekat dengan Tuhan, bisikkanlah ini:

Tuhanku yang sangat aku sayangi,
Aku sangat menyayangi Ibu dan Ayahku.
Bantulah aku untuk menjadi anak yang membanggakan mereka.
Jika bukan melalui mereka, aku tidak akan berada dalam kehidupan ini, dan hidup dalam hak ku untuk menjadi pribadi yang besar, kuat, dan bernilai.
Kuatkanlah aku dihadapkan rasa malasku.
Tegaskanlah aku dalam menolak yang tidak baik.
Mudahkanlah bagiku untuk mengerti, untuk mengingat, dan terampilkanlah aku dalam menyelesaikan soal-soalku.
Tuhanku, aku ingin menjadi jiwa yang kau kasihi.
Maka bantulah aku untuk menjadi jiwa yang jujur, yang damai, yang rajin, dan yang penuh kegembiraan.
Cerahkanlah masa depanku.
Jadikanlah aku pribadi yang bernilai bagi sesama.

Amien.

………..


Adik-adik dan anak-anakku yang sangat Pak Mario kasihi,

Begitu dulu ya?

Besok Ibu Linna dan Pak Mario, bersama beberapa sahabat akan terbang ke Tanah Suci untuk ibadah Umroh. Marco, anak laki-laki Pak Mario yang mirip sekali dengan ayahnya (saya!) akan ikut, tetapi Audrey tidak bisa ikut karena harus bersama teman-temannya ikut UN.

Mudah-mudahan semua anak-anakku yang terkasih, bersama Audrey yang tersayang, dapat melalui Ujian Nasional ini dengan damai dan lulus dengan baik.

Ibu Linna dan Pak Mario akan doakan keberhasilan kalian semua di Madinah dan Mekkah ya?

Dan tahu nggak?, bahwa semua doa orang tua dan kami di Tanah Suci, akan menjadi sangat manjur, kalau dibuka oleh doa kalian masing-masing langsung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya?

Mohon disampaikan salam sayang untuk Bunda dan Ayah, dari Ibu Linna dan Pak Mario.

Be good!

Loving you all as always,

Selasa, 23 Maret 2010

Orang Baik Yang Hidupnya Belum Baik

MARIO TEGUH SUPER NOTE

Diambil dari
Mario Teguh Golden Ways
EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN
Juni 2009

...........

Rekan-rekan Super Members dan Super Fans yang terkasih,

Marilah kita mulai perbincangan kita kali ini dengan satu pertanyaan:

Mengapakah ada orang baik yang hidupnya belum baik?

………..

Seseorang disebut baik karena dia meyakini yang baik dan hidup dalam kebaikan yang diyakininya.

Sehingga, seseorang tidak bisa disebut sebagai orang baik, jika dia meyakini yang baik, tetapi melakukan yang tidak baik. Dia cepat menyatakan dirinya orang baik, tetapi juga cepat untuk berlaku tidak jujur saat merasa aman untuk berlaku tidak jujur.

Kebaikan itu sederhana dan berani.

Yang sederhana, seharusnya sederhana juga untuk dilaksanakan, dan kemudian berhasil.

Tetapi ketidak-ikhlasan kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita lakukan – kepada Tuhan, dan ketidak-sediaan kita untuk melakukan yang terbaik dari yang bisa kita lakukan, menghasilkan kehidupan yang seharusnya sederhana menjadi kompleks dan penuh kegentingan.

Padahal,

Kebaikan itu sederhana dan berani.

Jika kita telah seutuhnya mengikhlaskan diri kepada kebaikan, maka kita akan sangat berani. Hukum kebaikan adalah melakukan yang baik dan menghindari yang buruk. Maka mengapakah ada orang yang masih ragu untuk berlaku baik, dan tidak berani menghindari yang buruk?

Janganlah mengikuti orang yang salah pikir, yang mengira bahwa dia akan mendapat kebaikan dari menghindari kebaikan dan dari melakukan keburukan.

Maka jangan sampai kita ditanya, “apakah engkau tidak berpikir?”

Jika ada orang muda yang shalih, kita harus mensyukuri bahwa dia telah mengikhlaskan dirinya kepada kebaikan saat se-muda itu, karena banyak sekali orang yang masih bernegosiasi dan meminta penundaan agar mereka tidak harus berlaku baik sekarang.

Banyak dari mereka merasa bahwa berlaku baik sekarang adalah kerugian, karena masa muda adalah masa untuk hidup dalam kebebasan, dan kebaikan hanya untuk orang yang sudah mulai menua.

Lalu, apakah kebebasan yang mereka maksud adalah kebebasan untuk tidak menjadi orang baik?

Dengan pengertian seperti itu, mereka akan bersikap dan berlaku santai, dan tidak membangun nilai pribadi yang akan menjadikan mereka pribadi yang dibayar mahal dan dihargai tinggi di masa depan.

Mereka tidak menyadari bahwa yang tidak bekerja keras semasa muda, akan dipaksa bekerja keras di masa tua. Itu bukan hanya kemungkinan, tetapi keniscayaan yang sedang terbukti di sekitar kita.

Nah, bagaimana jika orang yang kita sebut sebagai orang baik itu – yang hidupnya sekarang belum baik itu, adalah orang yang tadinya menelantarkan masa mudanya?

Mungkin ini penjelasannya …, bahwa rasa frustrasi-nya hari ini adalah masa penyesuaian diri bagi mereka yang baru saja menjadi orang baik.

Maka orang baik, yang hidupnya belum baik, adalah mungkin orang-orang yang sedang dengan penuh kasih diminta untuk mengutuhkan kebaikannya.

Sehingga,

Jika kita mengatakan yang baik, maka lakukanlah yang baik, dan hindarilah yang buruk.

Jika kita orang baik, ikhlaskanlah diri kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita kerjakan – kepada Tuhan, dan mengambil tanggung jawab penuh atas yang bisa kita kerjakan.

Janganlah berserah, tetapi masih tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan yang sudah kita serahkan kepada Tuhan.

Janganlah juga berani, tetapi mengandalkan kekuatan kepada yang selain Tuhan.

Kita, orang-orang yang baik ini, adalah orang yang meyakini bahwa tidak akan ada yang terjadi, tanpa ijin dari Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya pemilik kekuatan. Sehingga, jika ada sesuatu terlaksana dengan kekuatan, itu pasti terlaksana karena ijin Tuhan.

Maka marilah kita mengikhlaskan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Kerjakanlah apa yang harus Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya niat dan dengan sebaik-baiknya cara.

Yang kita lakukan bisa saja tidak tepat, kecil, atau tidak bernilai bagi orang lain; tetapi Tuhan sangat berwenang untuk menjadikan kita pribadi yang berhasil – melalui apa pun yang kita kerjakan.

Hanya kebaikan yang membaikkan.

Maka marilah kita meyakini yang baik, dan hidup dalam kebaikan yang kita yakini.

Dan ketahuilah, bahwa anggukan kecil di hati itu, adalah tanda dari kesungguhan Anda, yang mengundang senyum Tuhan untuk merahmati kebaikan dalam keyakinan dan dalam pekerjaan Anda.

………..

Sahabat-sahabat saya yang terkasih,

Itu dulu ya?

Mudah-mudahan kebaikan yang bergema di hati Anda saat membaca hal-hal yang baik, adalah kebaikan yang mencukupkan alasan bagi Tuhan untuk menganugerahi Anda dengan kesehatan yang prima, dengan kelapangan yang mendamaikan, dengan kesejahteraan yang menguatkan, dan dengan kebijakan yang membahagiakan – bagi Anda dan keluarga terkasih.

Tidak ada niat Tuhan kecuali untuk melihat kita hidup dalam keindahan dari kebaikan.

Maka marilah kita belajar untuk lebih menurut.

Sampai kita bertemu nanti ya?

Terima kasih, dan salam sayang dari Ibu Linna dan saya untuk keluarga Anda tercinta.

Devoted to you, as always,

Senin, 22 Maret 2010

TUJUH RINTANGAN KEBERHASILAN SUPER ANDA

MARIO TEGUH SUPER NOTE
SEVEN HURDLES TO YOUR SUPER SUCCESS

………..

Sahabat saya yang baik hatinya,

Berlari melampaui rintangan, sudah dapat memperlambat laju seseorang.

Tetapi, tidak sedikit orang yang berlari sambil membawa rintangannya sendiri.

...........

Tidak jarang kita membayangkan sebuah kehidupan yang lebih baik jika kita bisa menghilangkan semua hambatan yang mengganggu pencapaian keberhasilan karir, bisnis, dan pencapaian kualitas hidup yang prima.

Lalu, dalam angan kita, setelah semua hambatan itu tersingkirkan, kita bisa memulai lembaran hidup yang baru; tanpa menyadari kenyataan bahwa dalam semua lembaran kehidupan karir, bisnis, atau kehidupan pribadi – kita tidak akan bisa lepas dari masalah atau hambatan.

Dan dengan begitu sebetulnya hambatan dan pelampauannya-lah yang menjadi kehidupan kita.

Tidak ada hidup yang bersih dari hambatan.
Keberhasilan kita mengatasi hambatan itu-lah yang membuat kita disebut berhasil.

Hanya orang lemah yang menerima kegagalan dan menyalahkan hambatan.

Anda dan saya melihat hambatan sebagai cara untuk mengukur kemampuan baru kita.
Jika kita masih belum berhasil, itu hanyalah tanda bahwa kemampuan kita masih berada di bawah kekuatan hambatan kita.

Dan karena sebagian besar hambatan tidak bisa dikecilkan, maka kita-lah yang harus membesar.

...........

Berikut adalah tujuh hambatan utama yang bisa berdiri antara kita dan cita-cita kita.

1. Ambisi yang rendah.

Mereka yang berhasil, selalu adalah orang-orang yang bisa melihat keberhasilan itu jauh sebelum mereka mencapainya.

Mereka berambisi besar, mereka menginginkan keberhasilan itu.
Mereka membangun gambar yang jelas mengenai kualitas karir, bisnis, dan kualitas hidup yang baik yang bisa dicapai dengan ketepatan kesungguhan dan kerja keras.


2. Dikecilkan oleh rasa takut.

Terbalik dengan yang biasa dilakukan oleh mereka yang sulit berhasil, mereka yang mudah berhasil, justru menumbuhkan kemampuan diri yang besar - jika mereka merasa takut.

Mereka yang akan lama berukuran kecil, adalah mereka yang menjadi kecil apabila merasa takut.


3. Harapan yang rendah untuk keberhasilan.

Bagaimana mungkin Anda membangun semangat kerja yang super, jika hati Anda mengatakan Anda tidak mungkin berhasil?

Maka, bangunlah harapan yang baik untuk keberhasilan Anda, lalu pastikanlah bahwa kualitas semangat Anda, kualitas pemikiran Anda, dan kualitas tindakan Anda - sesuai dengan kualitas harapan Anda yang telah terperbaiki itu.


4. Tingkat tenaga yang rendah.

Bahkan mereka yang telah berada dalam jalur karir dan bisnis yang tepat, harus membawa dirinya pindah dari keadaan di mana mereka berada sekarang ke keadaan yang baru, yang mereka cita-citakan.

Itu sebabnya kita harus mengelola kualitas hati.
Karena jika hati kita lemah, maka otot yang besar dan kuat pun tidak akan berarti.


5. Tidak cukup lama menempel pada proses.

Banyak orang yang gagal bukan karena dia berada pada jalur karir atau bisnis yang salah.
Jalurnya tepat, hanya dia punya kebiasaan untuk tidak menyelesaikan yang telah dimulainya.

Lalu bagaimana dia akan menang pada perlombaan yang tidak pernah diselesaikannya?


6. Tidak jelas hubungan antara rencana dan aktifitasnya.

Bahkan mereka yang bekerja keras pada pilihan karir yang tepat, akan sulit mencapai potensi maksimalnya, jika yang dilakukannya dengan sangat serius itu tidak menuju kepada yang direncanakannya.


7. Bertarung pada pertandingan yang salah.

Mike Tyson akan tampil lucu pada pertandingan petak umpet. Lalu, apakah fighter seperti dia tertarik untuk menjadi juara dalam permainan itu?

Karena keberhasilan ada pada tingkat-tingkat tinggi dalam semua bidang karir dan bisnis, maka pastikanlah Anda memilih jalur dan rentang potensi keberhasilan Anda.

………..


Sahabat saya yang besar impian-impiannya,

sangat saya sadari bahwa bahasan bagi setiap 'rintangan' di atas belum memadai untuk memberikan gambaran yang lebih kuat mengenai posisi sikap ideal kita terhadap masing-masing rintangan,
dan bagaimana tenaga yang diboroskan dalam setiap rintangan itu bisa dimenangkan kembali,
dan digunakan untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan yang kita idamkan.

Jika Anda menyukai bahasan kita kali ini, dan ada 'halangan' tertentu yang ingin Anda baca bahasannya dengan lebih rinci di ruang keluarga MTSC ini, saya mohon Anda berkenan untuk menyampaikan comment di bawah Super Note ini - agar saya dapat mempelajari dan menyusunkan Super Note berikutnya.

Mudah-mudahan perhatian baik Anda kepada upaya bersungguh-sungguh untuk menyejahterakan diri dan keluarga terkasih, menjadikan Anda jiwa yang diperhatikan secara khusus oleh Tuhan Yang Maha Kaya.

Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Besar memampukan kita menyelesaikan sebesar-besarnya tugas kita dalam membangun kehidupan yang sejahtera, melalui se-sederhana-sederhana-nya kemampuan yang ada pada diri kita.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti, dan duduk dalam kegembiraan persaudaraan, dan menghela nafas dalam kedamaian kesehatian, dan tersenyum dari balik cangkir kopi kita masing-masing … yang kita minum lambat-lambat …

Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.

Loving you all as always,